Kamis, 9 Desember 21

Hengkang dari Uni Eropa, Masa Depan Baru Inggris

Hengkang dari Uni Eropa, Masa Depan Baru Inggris

Jakarta, Obsessionnews – Duta Besar Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste Moazzam Malik mengeluarkan pernyataan resmi kepada media tentang hasil referendum Uni Eropa di Jakarta, Sabtu (25/6/2016).

“Warga Inggris kemarin telah memutuskan untuk merencanakan sebuah masa depan baru bagi negara kami, sebuah masa depan diluar institusi politik Uni Eropa. Seperti yang dikatakan oleh Perdana Menteri David Cameron kemarin, hasilnya sudah jelas dan aspirasi serta keinginan warga Inggris harus dihormati,” ucap Moazzam dalam keterangan tertulisnya yang diterima Obsessionnews.

Kampanye referendum ini merupakan perjuangan yang sangat keras, ada banyak orang yang kecewa atas perubahan ini dan ada juga yang gembira dengan prospek menciptakan sebuah visi baru Inggris untuk abad 21.

Siapapun yang memilih Inggris untuk tetap atau keluar dari Uni Eropa, sekarang saatnya kita kesampingkan perbedaan menuju sebuah persatuan dan kebersamaan, sambil kita mencerna lebih dalam implikasi serta mencari solusi ke depan.

Ada banyak pertanyaan tentang bagaimana kedepannya dan kami tidak bisa menjawab semuanya hari ini. Namun seperti apa yang dikatakan oleh Perdana Menteri David Cameron, pemerintah Inggris akan terus mencoba menstabilkan pemerintahan dan menyerahkan tampuk pemerintahan ke Perdana Menteri yang baru pada Oktober mendatang.

Pemimpin yang baru akan memulai secara resmi proses negosiasi dengan Uni Eropa. Implementasi tentu saja akan membutuhkan waktu.

Ada banyak ketidakpastian namun ada juga hal-hal yang sudah pasti kita semua tahu untuk masa depan. Inggris akan tetap menjadi rumah bagi 65 juta warganya yang beragam dan berbakat, yang memiliki ras serta keyakinan yang berbeda-beda namun tetap satu dalam sebuah demokrasi.

“Kami akan tetap menjadi negara yang masuk dalam kategori 10 Ekonomi Terbesar Dunia, yang memiliki orientasi eksternal yang terbuka, inovatif serta berkomitmen mewujudkan sistem peraturan yang berbasis internasional. Kami akan tetap menjadi anggota G20, G7, Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB, NATO dan juga akan tetap menjadi satu-satunya negara yang berkomitmen mengalokasikan dana 2% dari GDP untuk belanja pertahanan dan 0,7% dari Pendapatan Nasional untuk bantuan pembangunan,” jelasnya.

“Kami menduduki peringkat kedua dunia dalam hal “soft power”. London tetap menjadi pusat finansial global yang terletak antara zona waktu Amerika dan Asia. Kami tetap memiliki sejumlah universitas terbaik dunia, pusat riset tercanggih, industri kreatif yang innovative serta kemampuan manufacturing yang sangat kompetitif. Dan tentu saja kami punya 3 tim Inggris yang bermain di Piala Euro 2016: Inggris, Wales dan Irlandia Utara serta Liga Primer Inggris, EPL juga akan tetap ada,” tambahnya. (Popi Rahim)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.