Rabu, 27 Oktober 21

Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR

Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR
* Pengkaji geopolitik Hendrajit.

Jakarta, Obsessionnews – Pengkaji geopolitik dan Direktur Eksekutif Global Future Institute (GFI) Hendrajit menilai PT Freeport Indonesia berhasil mengadu domba antara pemerintah dan DPR terkait kasus perpanjangan kontrak PT Freeport. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said secara resmi melaporkan Ketua DPR Setya Novanto kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR atas dugaan mencatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk memperpanjang kontrak Freeport. Akibat pengaduan Sudirman tersebut, hubungan pemerintah dan DPR memanas.

Angle pemberitaan media seharusnya bukan menyoroti sepak-terjang Setya Novanto atas dasar tudingan Menteri ESDM. Yang harus difokuskan justru pada sepak terjang Freeport yang berhasil mengadu domba para pemain kunci pemerintahan kita. Seperti halnya sepak terjang VOC Belanda ketika mengadu domba para pangeran di Kerajaan Mataram,” kata Hendrajit seperti dikutip Obsessionnews.com dalam tulisannya di akun Facebooknya Selasa (17/11/2015).

Menurutnya, VOC Belanda maupun Freeport sebagai VOC gaya baru bisa dengan mudah menguasai sumber daya alam kita, karena begitu mudahnya para elit politik kita diadu domba. Hal itu disebabkan mereka bernafsu untuk memegang kewenangan dalam berunding dengan Freeport.

“Bahkan VOC Belanda dulu saking nafsunya para pangeran dan adipati berebut posisi kekuasaan untuk bagi hasil dengan penjajah Belanda, akhirnya Mataram dibelah dua menjadi Solo dan Yogya. Jadi, kelakuan Freeport  mengadu domba unsur pemerintah dan DPR ini bisa jadi pertanda yang tidak bagus untuk ke depannya. Pihak asing jadi dengan mudah melakukan pemetaan politik internal NKRI. Sekaligus menciptakan prakondisi pelemahan internal NKRI,” tuturnya.

Hendrajit menambahkan, Freeport dalam hal ini James Moffet dan jajaran direksinya, tampaknya tahu persis di lingkar dalam kekuasaan Jokowi sedang terjadi keretakan karena berebut lahan-lahan strategis perekonomian. Khususnya di sektor energi dan migas. (Arif RH)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.