Jumat, 27 Mei 22

Heboh! Beredar Foto Habib Rizieq dan Ahok Berjabat Tangan

Heboh! Beredar Foto Habib Rizieq dan Ahok Berjabat Tangan
* Foto Gubernur DKI Jakarta Basuki Tajahaja Purnama atau Ahok dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab yang beredar di media sosial.

Jakarta, Obsessionnews.com – Umat Islam yang tergabung dalam berbagai oganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam semakin gencar mendesak polisi menangkap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Gubernur DKI Jakarta itu membuat umat Islam murka, karena dinilai menghina Al Quran dan ulama.

Salah seorang tokoh berpengaruh yang sangat gencar mendesak agar Ahok ditangkap polisi adalah Habib Rizieq Syihab, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI). Rizieq bersama ribuan umat Islam pada  Jumat (14/10) lalu berunjuk rasa anti Ahok di Jakarta.

Di tengah santernya desakan agar polisi menangkap Ahok, tiba-tiba beredar sebuah foto Rizieq bersalaman dengan Ahok di media sosial dan menjadi viral. Beredarnya foto yang menghebohkan tersebut membuat FPI bereaksi keras. Lewat akun Twitter resminya, @DPP_FPI, FPI membantah itu foto hoax. FPI menuding yang menyebarkan foto itu adalah pendukung Ahok.

4. Menyebar foto Habib Rizieq berjabat tangan dgn Ahok (Padahal editan. Ini foto aslinya yg diedit) #PendukungAhokKalap,” demikian tulis akun @DPP_FPI, Rabu (19/10) di atas foto Rizieq dan Ahok yang bersalaman.

Kemarahan umat Islam dipicu oleh video yang diunggah di Youtube pada Rabu (5/10) lalu yang menampilkan Ahok yang mengatakan bahwa Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam. Ahok menyampaikan hal itu di hadapan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (27/9).

Ahok telah minta maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya tentang Al-Quran surat Al Maidah 51.

“Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 ini di Balai Kota DKI, Senin (10/10).

Sehari setelah Ahok meminta maaf, Selasa (11/10) Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Ahok yang menyinggung Al-Quran surat Al Maidah ayat 51 dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Berikut isi lengkap Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI  yang diteken oleh Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas.

d0658214-2c07-4998-9814-040c2047d5c3-308x480-2-308x480

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..” yang telah meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:

  1. Al-Quran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.
  2. Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib.
  3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.
  4. Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.
  5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : (1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.

Untuk itu Majelis Ulama Indonesia merekomendasikan :

  1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
  3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.
  5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.

Selasa, 11 Oktober 2016
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua Umum

MA’RUF AMIN

Sekretaris Jenderal

H. ANWAR ABBAS, MM, MAg

(@arif_rhakim)

Baca Juga:

Umat Islam Dukung MUI

Kasus Ahok Harus Diproses Secara Hukum

Ada Warga Tionghoa di Unjuk Rasa Anti Ahok

Kasus Ahok Harus Diproses Secara Hukum

Bareskrim Siap Periksa Ahok dalam Kasus Penistaan Agama

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.