Kamis, 26 Mei 22

Hebat! Seksus Masjidil Haram Kerja 24 Jam untuk Jemaah

Hebat! Seksus Masjidil Haram Kerja 24 Jam untuk Jemaah
* Petugas Sektor Khusus (Seksus) Masjidil Haram Slamet Budiono saat menggendong jemaah lanjut usia asal kloter UPG-4 Makassar. Slamet mengantar sampai hotel di wilayah Jarwal Makkah.(Foto: Kemenag)

Makkah — Sektor Khusus (Seksus) Masjidil Haram yang dipimpin Slamet Budiono boleh jadi merupakan sektor paling tahan banting di Daerah Kerja (Daker) Makkah. Bayangkan saja, sektor yang berkekuatan 18 petugas perlindungan jamaah (linjam) dan 11 Tim Gerak Cepat (TGC) ini bekerja 24 jam dalam sehari semalam. Dibagi dalam dua shift yakni pukul 09.00-21.00 WAS dan 21.00-09.00 WAS.

Dikutip Obsessionnews.com dari website Kementerian Agama (Kemenag), Senin (30/7/2018), sejak kedatangan kali pertama jemaah dari Madinah, Kamis (26/7) lalu sampai saat ini sudah ratusan yang ditolong Seksus ini.

“Tadi malam ada sekira 50 orang yang kita bantu,” tandas Slamet Budiono saat ditemui di Hotel Al Wihdat, Jarwal, Makkah, Minggu (29/7) malam waktu setempat.

Ketika pihaknya menolong jemaah, yang mendapat perhatian utama apakah jemaah tadi telah selesai rukun umrah wajib atau belum.

“Jika belum ya kita tolong semaksimal mungkin,” ucapnya.

“Seperti tadi malam misalnya ada seorang jemaah usia lanjut yang berasal dari kloter UPG-4 Makassar yang pingsan di lintasan thawaf, langsung kita bawa di pintu Marwah,” tambahnya.

Usai mendapat pertolongan, jemaah tersebut ternyata belum rampung melakoni umrah wajib.

“Saya gendong lagi, putar thawaf, sa’i, tahalul, lalu saya antar pulang ke hotel sampai pukul 02.30 dini hari,” paparnya.

Menurut Slamet, dengan membantu jemaah dirinya mendapatkan kepuasan batin yang tak terlukiskan.

“Senang sekaligus terharu,” kata pria berkumis lebat ini.

Slamet sudah lima kali bertugas sebagai petugas haji seksi linjam. Dalam rentang itu tak sekalipun dirinya pilih-pilih tugas yang diberikan termasuk bekerja 24 jam sehari semalam. Tak heran perjalanan karier maupun kehidupan keluarganya berjalan lancar seolah tanpa hambatan.

“Alhamdulillah, anak saya tahun ini diterima kuliah dua tempat sekaligus, yaitu di Fakultas Kedokteran UGM tanpa tes dan juga di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN),” ujar Slamet bangga.

Melihat dedikasi yang begitu hebat ditunjukkan Slamet dan Seksus Masjidil Haram, semoga dapat menjadi teladan bagi segenap petugas haji Indonesia. Tetap semangat! (Kemenag/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.