Kamis, 18 Agustus 22

Hebat! Presiden Filipina Siap Dipenjara Karena Eksekusi Bandar Narkotika

Hebat! Presiden Filipina Siap Dipenjara Karena Eksekusi Bandar Narkotika
* Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan bahwa dirinya tidak khawatir jika dipanggil ke pengadilan internasional karena tuduhan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Duterte mengatakan, jangan takut-takuti saya dengan hak asasi manusia.

Seperti dilansir ParsToday, IRNA melaporkan pada Senin (13/3), Presiden Filipina Duterte mengatakan: “Saya siap dipenjara karena pembunuhan-pembunuhan yang terjadi dalam perang melawan narkotika.”

Statemen Duterte itu disampaikan setelah tersiar kabar Komite Parlemen Senat Filipina mungkin saja pekan ini akan mempublikasikan laporan terkait klaim seorang veteran perwira polisi yang menuduh Duterte terlibat dalam pembunuhan seorang reporter dan ratusan orang lainnya dengan menggunakan tim eksekusi mati.

Perwira polisi itu di hadapan Senat Filipina mengaku telah membunuh lebih dari 200 orang ketika Duterte menjabat Walikota Davao.

Presiden Filipina sejak memimpin menerapkan kebijakan keras dalam memberantas narkotika dan membunuh para penyelundup guna mengakhiri masalah narkotika.

Sebelumnya,

Kementerian Pertahanan Fililpina meminta Presiden negara itu untuk mengeluarkan perintah resmi yang memungkinkan intervensi militer dalam perang melawan narkotika.

ISNA (2/2) melaporkan, Kemenhan Filipina, Rabu (1/2) dalam pernyataannya meminta Presiden Rodrigo Duterte membuat perintah resmi terkait statemen terbarunya kepada para jenderal-jenderal militer dan permohonan bantuan dari mereka dalam perang melawan gembong-gembong narkotika, juga menangkap anggota polisi yang melakukan korupsi.

Kemenhan Filipina menyebut perintah resmi Duterte akan menjadi sumber hukum legal bagi militer untuk melakukan intervensi dalam masalah ini.

Pada saat yang sama, Amnesti Internasional, Rabu (1/2) dalam pernyataannya menuduh anggota kepolisian Filipina terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan.

Rodrigo Duterte terpilih menjadi presiden Filipina dalam pemilu presiden negara itu bulan Mei 2016 lalu. Di masa kampanyenya, Duterte berjanji akan menyelesaikan masalah narkotika dan korupsi di negara berpenduduk 100 juta orang dan memiliki tiga juta pecandu narkotika itu.

Pasca tewasnya beberapa warga Korea Selatan di Filipina di tangan polisi korup, Duterte mengentikan sementara program perang melawan narkotika dan menginstruksikan komandan polisi negara itu untuk membersihkan oknum-oknum polisi korup di tubuh lembaga kepolisian. (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.