Minggu, 29 November 20

Hebat! KPK Saudi Bisa Raup Rp1.419 Triliun Dana Kasus Korupsi

Hebat! KPK Saudi Bisa Raup Rp1.419 Triliun Dana Kasus Korupsi
* Hotel Ritz-Carlton di Riyadh yang sejak November 2017 menjadi tempat penahanan ratusan pangeran, pebisnis dan pejabat tinggi Saudi. (BBC)

Lembaga Ati Korupsi (KPK) Arab Saudi patut dicontoh, baru bekerja sudah berhasil mengamankan aset negara 1.350 triliun. Apakah KPK kita bisa mwngembalikan aset ribuan triliun kerugian negara akibat penyelewengan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI)?

Seperti dilansir BBC, Rabu (31/1), Arab Saudi mendapatkan dana senilai tak kurang dari US$106 miliar atau sekitar Rp1.419 triliun yang merupakan ‘uang penyelesaian dari kasus-kasus korupsi’ yang diduga melibatkan ratusan pangeran, pebisnis dan pejabat tinggi.

Jumlah dana tersebut disampaikan oleh Jaksa Agung Saudi Sheikh Saud al-Mojeb yang menjelaskan bahwa dana itu mencakup properti, uang kontan, dan aset-aset lain.

Mojeb tidak mengumumkan nama-nama yang menyerahkan aset, tapi diyakini berasal dari sejumlah pangeran, menteri, dan pengusaha yang sekarang dinyatakan tak lagi terlibat korupsi.

Yang dibebaskan antara lain adalah miliuner Alwaleed bin Talal dan Alwalid al-Ibrahim, pemilik jaringan televisi satelit MBC yang juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia.

Pangeran Miteb bin Abdullah, anak almarhum Raja Abdullah, juga telah dibebaskan. Beberapa sumber mengatakan ia menyerahkan aset senilai lebih dari US$1 miliar.

Mereka sejak awal membantah tuduhan melakukan korupsi dan menegaskan tidak bersalah, namun para pejabat mengatakan para petinggi ini setuju membayar ‘uang perkara’ setelah mengakui melakukan pelanggaran.

Pada November lalu, ratusan pangeran, pejabat dan pebisnis ditahan di hotel mewah Ritz-Carlton di Riyadh, sebagai bagian dari upaya kerajaan Saudi memberantas korupsi, yang dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dari ratusan yang ditahan sebagian besar sudah dibebaskan dan hingga Selasa (30/1), hanya tersisa sekitar 60 orang saja.

Jaksa Agung Mojeb menjelaskan pihaknya tidak menerima mekanisme penyelesaian dengan mereka karena mereka ‘tersangkut tindak pidana lain atau penyelidikan terhadap mereka belum selesai’.

Diyakini mereka telah dipindahkan dari Hotel Ritz-Carlton ke salah satu penjara. Rencananya hotel ini dibuka lagi untuk umum bulan depan.

Para pejabat Saudi mengatakan dana yang dikumpulkan akan dianggarkan untuk membantu keluarga-keluarga miskin.

Sebagian analis mengatakan perang melawan korupsi ini pada dasarnya adalah konsolidasi kekuasaan Pangeran Mohammed bin Salman, tapi ia menyebut tuduhan itu ‘tak masuk akal’. (bbc.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.