Senin, 27 September 21

HDCI Buru Masyarakat Miskin Kota Bandung

HDCI Buru Masyarakat Miskin Kota Bandung

Bandung, Obsessionnews – Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) kota Bandung saat ini memburu masyarakat miskin. Perburuan masyarakat miskin tersebut untuk diberi bantuan, baik rumah singgah maupun bedah rumah.

Demikian disampaikan Ketua HDCI Kota Bandung, Jonni BS Nugroho saat mengunjungi  Walikota Bandung Ridwan Kamil di Ruang Tengah, Balaikota, Jalan Wastukancana, Kamis (3/12).

Kedatangannya ke Pemkot Bandung akan  mengundang Walikota meresmikan rumah singgah bagi anak jalanan serta menjalankan konsep bedah rumah.

Rumah Singgah sendiri berada di Bojongkoneng dan dibangun selama satu setengah tahun oleh HDCI Kota Bandung. Di dalamnya terdapat anak-anak asuh yang dibiayai Rp 400 ribu/bulan oleh HDCI untuk biaya sekolah.

Jonni menambahkan untuk tahun 2015 ini ada 39 anak asuh, akan dibimbing terus untuk masalah biaya dan prestasinya diharapkan pada peresmian besok, Jumat (4/12) Walikota Bandung Ridwan Kamil dapat ikut meresmikan.

“Rumah singgah sudah selesai, saya mengharapkan pak wali bisa meresmikan rumah singgah besok,” katanya.

hdci2

Jonni menjelaskan akan menggulirkan program bedah rumah untuk warga miskin kota. Hal itu, menurutnya, sejalan dengan konsep Pemkot Bandung. “Mudah-mudahan konsep itu bisa dicanangkan dan kita juga akan dukung sepenuhnya program bedah rumah dari Pemkot Bandung,” pungkasnya.

Ridwan Kamil mengatakan sangat mengapresiasi inisaitif tersebut. Ia menyatakan selama kepemimpinannya tidak boleh ada anak yang tidak sekolah.

Pemkot Bandung saat ini membentuk tim pemburu anak putus sekolah dan sekarang jumlahnya sudah berkurang. Untuk rumah singgah sendiri dibutuhkan yang menetap, sehingga anak-anak jalanan dan kurang mampu bisa dibina paling lama 3 harian.

“Kami butuh rumah singgah yang ditinggali, tapi kalau jangka panjang ada yang memungkinkan, itu sangat membantu,” ujarnya.
Sementara untuk konsep bedah rumah, Kang Emil berprinsip tidak boleh di Bandung yang rumahnya berdindingkan bilik dan berlantaikan tanah.

Ia mengatakan dalam progam bedah rumah memiliki standar setiap rumahnya bernilai Rp 10 juta.

“Ini masih banyak tapi sudah berkurang jauh. Siapa tahu kan tidak harus di Bojongkoneng. Karena simpul kemiskinan ada di beberapa wilayah Bandung,” ungkapnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.