Rabu, 12 Agustus 20

Hatta Rajasa Berdoa di Makkah Soal UU MD3 dan Perppu Pilkada

Hatta Rajasa Berdoa di Makkah Soal UU MD3 dan Perppu Pilkada

Jakarta – Setelah keluarnya Undang Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) yang diikuti dengan Peraturan Pemeirntah Pengganti Undang-undang (Perppu) Pilkada oleh SBY, menjadi penuaian berbagai kepentingan. Tarik ulur kepentingan di berbagai tubuh partai dengan Koalisi Merah Putih (KMP) dan oalisi Indonesia Hebat (KIH) seakan menjadi syarat mutlak perebutan politik di negara ini.

Padahal, masih banyak tugas yang di emban kedepan terutama dalam menghadapi ASEN 2015 pertanyaanya apakah Indonesia siap atau akan jadi penonton dalam arena. Ironinya, hal ini membawa dampak yang merugikan rakyat Indonesia serta kredibiltas konstitusi Indonesia yang berdasarkan kemakmuran rakyat.

Oleh karena itu, Senin pagi (8/12/2014) hari ini, dari Makkah Al Mukaromah, Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasiopnal (PAN) Hatta Rajasa menyatakan akan berdoa untuk kerukunan bangsa guna menghadapi mega perubahan global yang sudah di depan mata, melalui tweeternya.

Hatta menggangap UU MD3 dan Perppu Pilkada merupakan tema hangat di tanah air. Besan SBY ini mengaku bersyukur terhadap hasil kerja keras serangkaian pertemuan yang menghasilkan kesepakatan untuk KIH mengisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPR yang melalu UU MD3 dimana telah ditandatangani di tengah banyaknya pihak yang pesmimis terhadap selesainya UUMD di DPR.

Ia pun meyakini apabila kita lebih mengedeankan kepentingan bangsa dan negara, maka tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan. “Dengan telah ditandatanganinya UU MD3, maka semua berharap DPR dapat segera fokus bekerja melakukan tugas konstitusionalnya,” tegas Hatta.

“Marilah kita bersikap optimis, berprasangka baik, menjaga komitmen saling menjaga kepercayaan, karena dengan begitu InsyaAllah semua kesulitan akan dapat kita lewati!” ajaknya pula.

Politis PAN juga ini memberikan pandangan terkait UU MD3 dalam tulisan tweeternya dengan mengingatkan dimana kakuatan partai-partai politik yang terbangun dalam KMP dengan Partai Demokrat (PD) terkait isu Perppu Pilkada langsung agar tidak menjadi polemik yang kontraproduktif, yang hingga dapat mengganggu keutuhan KMP, sehingga perlu kita sikapi secara proposional.

Menurut Hatta, beberapa poin dalam pertemuan KMP dan PD dimana pertama semua parpol yang tergabung dalam KMP telah menandatangani kesepakatan dengan PD yang masing-masing ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen Partai.

“Saya berprinsip bahwa sebuah perjanjian haruslah kita hormati dan kita laksanakan, karena itu ukuran integritas kita. Kedua, saya berpandangan bahwa penandatanganan tersebut tidak mungkin tidak dipikirkan secara matang oleh masing-masing partai,” paparnya.

Ketiga, lanjut Hatta, dirinya yakin semua partai politik berkeinginan untuk memperbaiki pelaksanaan Pilkada di tanah air kita agar tidak menghasilkan pemilihan  yang sarat dengan money politics, menimbulkan dampak sosial yang buruk dan bahkan terkadang pasca pemilu menimbulkan luka antar sesama anggota masyarakat.

Keempat, demokrasi yang kita jalankan memungkinkan rakyat untuk memilih secara langsung mapun lewat DPRD. “Tapi satu hal yang penting, bahwa apapun pilihan kita, kita harus melakukan perbaikan, mencegah money politics dan melahirkan pemimpin berkualitas dan menjadi pilihan rakyat,” jelasnya.

Selain itu, tuturnya, kita harus mendengar dan mempertimbangkan keinginan rakyat, apakah rakyat menghendaki pemilihan secara langsung / melalui DPRD. “Pada konteks ini saya tidak ingin memperdebatkan subtansi nama yang lebih baik diantara keduanya. Tapi yang saya soroti adalah sejauh mana kita (KMP) dapat menhormati kesepakatan yang telah kita buat bersama,” bebernya.

“Memang terkadang banyak godaan yang dialami seorang pemimpin untuk mengubah sikap atas kesepakatan yang sudah dibuat. Akan tetapi bagi saya justru di sinilah ujian kita. Apakah kita dapat menghormati sebuah komitmen,” tambahnya mengingatkan.

“Saya yakin bahwa KMP dapat menjaga kekompakannya, walaupun ada potensi perbedaan pandangan dalam mengambil keputusan mengenai Perppu Pilkada di paripurna DPR nanti. Apabila terjadi, bukan berarti telah terjadi perpecahan di dalam tubuh KMP. Apalagi bila ada yang berspekulasi akan ada partai dari KMP yang akan pindah ke KIH,” ujar Hatta.

“Marilah kita berlomba-lomba berbuat kebaikan bagi bangsa ini, dan marilah kita selalu menjaga kesepakatan dan komitmen yang telah kita buat. Dari Makkah Al Mukaromah saya berdoa agar bangsa kita selalu dilindungi Allah SWT,” tuturnya. (Asm)

 

Related posts