Sabtu, 28 Mei 22

Hasura Mitra Gemilang Berbuat Nyata Selamatkan Lingkungan Hidup

Hasura Mitra Gemilang Berbuat Nyata Selamatkan Lingkungan Hidup
* Suasana di salah satu pabrik PT Hasura Mitra Gemilang di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

Tidak sedikit perusahaan di Indonesia menjadikan isu lingkungan hidup sebagai kegiatan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan mereka.  Namun tidak demikian dengan PT Hasura Mitra Gemilang. Hasura justru hadir karena kepeduliannya yang tinggi pada lingkungan hidup, serta sebagai wujud prihatin lantaran begitu banyak sampah plastik yang kini menjadi permasalahan besar, tak hanya di negeri ini, tetapi juga di dunia. Hasura berhasil melakukan 3R (Reuse, Teduce, Recycle), dari limbah sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Memang sungguh mengerikan jika kita mendengar sampah plastik di Indonesia semakin banyak, sudah lebih dari 10 juta ton per tahunnya. Ikan di laut pun menjadi korban, banyak yang mati karena mengonsumsi plastik lantaran saking banyaknya sampah plastik yang dibuang ke laut.

Lantas, apa solusinya?

Terus ditumpuk tidak mungkin, apalagi plastik baru bisa terurai setelah ratusan tahun lamanya. Solusi paling mudah adalah dibakar. Namun, bukan itu jawabannya!

Direktur PT Hasura Mitra Gemilang T. Lukito memaparkan kepada Men’s Obsession, banyak hal menarik mengenai isu besar yang telah menjadi permasalahan di dunia ini. Tak sekadar teori, melalui Hasura, Lukito dan tim telah berbuat sesuatu yang nyata untuk menyelamatkan lingkungan dan bumi tercinta ini, antara lain dengan memanfaatkan sampah limbah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Direktur PT Hasura Mitra Gemilang T. Lukito. (Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

Dengan penuh semangat ia mengajak kami berkeliling pabrik Hasura di kawasan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat,  untuk melihat langsung proses pembuatan daur ulang sampah plastik.

“Ini yang menjadi visi misi utama kita, mengoptimalkan penggunaan sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat. Tentunya berharap bisa menggandeng banyak pihak, seperti pengrajin atau petani atau pemulung agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka. Dan yang pasti penyelamatan lingkungan hidup,” terang Lukito.

Ya, semua memang saling bersinergi. Lukito mencontohkan pada salah satu produknya, yaitu HPC. Jika selama ini yang ada di pasaran adalah wood plastic composite (WPC) menggunakan kayu, HPC menggunakan gabah padi. Inovasi tersebut sungguh menarik. Apalagi jika melihat gabah padi selama ini tak pernah dilirik, bahkan hanya menjadi sampah, sisa-sisa dari para petani, Hasura justru memanfaatkan ‘sampah’ tersebut menjadi sangat bernilai.

“Jadi, sampah plastik kita campur dengan gabah yang selama ini hampir tidak ada harganya untuk petani, justru kita beli dengan harga yang berharap bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Jadi, memang kita beli di atas harga pasaran. Bahkan harapan saya bisa lebih lagi dari itu,” ungkap Lukito.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.