Sabtu, 8 Oktober 22

Hasil Panen Tidak Laku, Warga Agimuga Minta Dirikan Koperasi

Hasil Panen Tidak Laku, Warga Agimuga Minta Dirikan Koperasi

Timika, Obsessionnews – Warga distrik Agimuga masih merasa kesulitan untuk memasarkan hasil panennya. Mereka pun meminta pemerintah mendirikan koperasi di kampung ini supaya hasil panen mereka bisa dipasarkan ke kota Timika.

“Jadi pemerintah harus perhatikan, tolong supaya jangan hasil bumi ini busuk sendiri, kalau bisa koperasi untuk masyarakat di sini,” warga kampung Aramsolki Distrik Agimuga Ruben Deikme kepada wartawan, Kamis (26/3/2015).

Selama ini hasil panen warga biasanya dijual di pasar kampung, akan tetapi banyak yang tidak laku terjual karena hampir semua warga sudah memiliki kebun sendiri. Akibatnya hasil panen yang tidak laku terjual dibiarkan membusuk, dan dijadikan sebagai pakan babi.

“Supaya hasil bumi ini bisa kita jual ke koperasi nanti koperasi bisa jual ke luar, jadi tolong ada jalan keluar untuk hasil bumi ini,” katanya.

Ruben merupakan petani, yang kebutuhan hidup bergantung pada hasil panen kebun. Dia memiliki seorang istri dan lima orang anak yang masih kecil, anak tertua masih sekolah SMP, tiga orang diantaranya sekolah SD, sedangkan anak bungsunya masih balita.

Pria kelahiran tahun 1961 ini mengatakan kesulitan transportasi membuat mereka tidak bisa menjual ke kota Timika. Sehingga pada saat musim panen tiba ia tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menjual seperlunya saja di pasar kampung.

“Bapak bisa melihat dengan mata kepala sendiri, ada sapi, ada pohon pisang, buah merah, terus jeruk bali, sayur mayur, rica itu mau diapakan,” tutur dia.

Distrik Agimuga termasuk dalam wilayah administratif kabupaten Mimika, Papua. Letaknya sangat jauh dari kota Timika (ibu kota). Perjalanan menuju daerah ini harus menggunakan transportasi laut dengan jarak tempuh sekitar 3 jam lebih.

Distrik ini terdiri dari empat kampung yaitu Aramsolki, Amungun, Kiliarma, dan Pakafuku. Terdapat sejumlah fasilitas umum yang dibangun oleh Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) di tempat ini, seperti bandara, sekolah dasar, rumah sehat dan puskesmas. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.