Selasa, 28 September 21

Hasil Diskusi dengan Mas Sri Bintang Pamungkas

Hasil Diskusi dengan Mas Sri Bintang Pamungkas

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti (Ketua Presidium MRI)

Tadi di rumah mas Sri Bintang Pamungkas, saya menyampaikan ke mas SBP bahwa Beliaulah yg awal membuka pintu reformasi. Tapi ternyata pintu yg dibuka beliau disabotase sekelompok agen asing yg memanfaatkan perubahan utk kepentingan asing dan memberikan Negara kita ke tangan asing. Dan puncaknya adalah kekuasaan Jokowi, Jaringan Kekuasaannya dan Taipan yg sdg berproses menjadikan Indonesia sbg Negara Bagian Cina.

Akan tetapi sistem reformasi ini sudah membusuk. Sudah 21 tahun mulai dari cikal bakal hingga terjadinya Reformasi 1998 hingga sekarang, Reformasi telah gagal total. Rumah bernama Negara Indonesia dan Anak Tunggal yang mendiaminya Bernama Bangsa Indonesia yg terlahir dari Perkawinan Bangsa-Bangsa Nusantara Pribumi berada dalam kondisi sakit kritis.

Oleh karena itu Mas Sri Bintang dan saya berkomitmen utk mengajak bersama Saudara-Saudara seperjuangan segera menutup pintu kegagalan Reformasi ini. Kegagalan sistem yang telah membusuk dan menyebabkan Bangsa menjadi sakit keras.

Masih ada kesempatan utk perbaiki ini dgn cara mendekonstruksi lalu direkonstruksi. Dengan mengembalikan Republik hasil Revolusi Kemerdekaan yg UUD nya disahkan 18 Agustus 1945.

Dalam sebuah Rumah yg telah hancur yg akibatkan sakit keras Bangsa Indonesia sebagai anak tunggal Bangsa-Bangsa Nusantara. Bahkan menyakiti Orang-Orang Tuanya yaitu Bangsa- Bangsa Nusantara disebabkan kedurhakaan dari kelakuan anak-anaknya.

Maka sudah saatnya Perjuangan ini dimulai dengan Persatuan Solid dari para Ksatria-Ksatria Bangsa untuk Kembalikan Bangsa ini menjadi sehat, kuat dan setara dengan bangsa-bangsa besar di dunia.

Dan untuk itu tentunya harus mendekonstruksi negara yg hancur ini, lalu direkonstruksi Negaranya. Dan dikembalikan Kedaulatan Negara ini ke tangan pemiliknya yg sah, yaitu Rakyat. Dengan kembali ke UUD 45 asli, Cabut Mandat Jokowi, Bentuk Pemerintahan Transisi. Melalui Sidang Istimewa. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.