Jumat, 24 September 21

Hashim: Politisi Muda Jangan Ikuti Jejak Ahok

Jakarta – Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tentang pengunduran dirinya dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) beberapa waktu lalu  dikatakan Ahok sudah diketahui oleh DPP Partai Grindra, ternyata dibantah oleh Wakil Ketua Dewan Pembina DPP partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.

Hashim mengaku, pernyataan Ahok terkait pengundurannya tersebut yang sudah memberitahu  sebelumnya kepada Hashim itu sama sekali tidak benar. Olehkarena itu, Hashim meminta kepada setiap kader politisi muda untuk tidak mengikuti jejak Ahok.

“Saya minta kepada politisi-politisi muda jangan ikut jejak ahok yang tak punya tata krama tidak nyelonong saja,” ujar Hasim di ruang Ballroom Hotel Intercontinental, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat, Senin(15/9/2014).

Hashim juga mengakui dirinya merupakan salah satu orang yang menentang Ahok sebagai pendamping Joko Widodo (Jokowi) dalam pertarungan Pilgub DKI Jakarta 2012 yang lalu.

Penolakan Hashim terhadap Ahok tersebut bukannya tak beralasan, lantaran Ahok pernah menghina sekaligus menfitnah dirinya.

Menurutnya, Ahok saat maju sebagai calon gubernur indepneden pernah mendatangi yayasan milik Hashim. Saat itu, Ahok mengatakan bahwa Hashim merupakan pengemplang pajak di negeri ini.

“Dulu waktu Ahok nyalon independen untuk Gubernur DKI Jakarta, dia katanya mau ke kampung kumuh daerah kampung beting. Ahok datang ke yayasan saya dan Ahok bawa-bawa nama saya, ahok bilang hashim pengemplang pajak,” ungkap Hashim.

Padahal, kata Hashim, dua bulan sebelum Ahok menuduhnya pengemplang pajak, Hashim baru membayar pajak pribadinya sebesar 280 Miliar.

“Atas dasar apa tuduhan itu? Makanya saya sering bilang ke Ahok sebelum bicara harus pikir-pikir dulu,” katanya.

Walaupun dituduh pengemplang pajak, Hashim mengaku telah memaafkannya dan Ahok juga sudah meminta maaf kepadanya sebelum Ahok diangkat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. “Saya sudah maafkan dia,” tuturnya.

Hashim menambahkan, pada saat penolakan Ahok untuk didampingkan dengan Jokowi, dirinya sempat bertengkar dengan kakak kandungnya Prabowo Subianto.

“Saya dulu berantem dengan Prabowo. Saya tidak setuju kalau Gerindra angkat Ahok jadi cawagub DKI Jakarta. Tapi berkat Prabowo Ahok akhirnya dipilih,” terangnya.

Selain itu, Hashim juga menantang Ahok tidak hanya mundur dari Partai Gerindra saja, tapi mundur juga dari jabatanya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Saya bilang ke Ahok kalau jantan anda mundur dari wagub sekarang. Dia (Ahok) diam,” katanya

Alasan Hashim menantang seperti itu, lantaran adanya pernyataan Ahok di media massa bisa duduk sebagai wakil gubernur DKI karena didukung oleh rakyat tahun 2012 lalu.

Memang, Hashim mengaku, dalam pemilihan Ahok sebagai wakil Gubernur dipilih oleh rakyat. Tapi, Partai Gerindra punya peran penting. Tanpa usungan dari Gerindra, mustahil Ahok bisa mengikuti Pilgub DKI Jakarta.

“Alasan saya jelas karena partai Gerindra yang mengusung. Ahok bilang di media dia didukung rakyat. Tanpa Gerindra saya katakan nggak mungkin dia wagub,” ucapnya.

Hasim menjelaskan, Dia (Ahok) maju menjadi Cagub Bangka Belitung gagal, maju di Sumut gagal, maju sebagai Cagub dengan independen DKI Jakarta gagal. Hanya bisa dengan parpol.

“Satu-satunya partai yang dukung Ahok itu Gerindra,” pungkasnya. (Pur)

 

Related posts