Minggu, 15 Desember 19

Harta 300 Orang Kaya di Dunia Anjlok Akibat Bursa AS

Harta 300 Orang Kaya di Dunia Anjlok Akibat Bursa AS

Jakarta – Harta 300 orang terkaya di dunia anjlok US$33 miliar dari jumlah keseluruhan mereka pada pekan lalu, setelah Indeks Standard & Poor’s 500 membukukan pekan terburuknya sejak April.

Namun, kondisi tersebut berbanding terbalik dengan miliarder asal Meksiko, Carlos Slim, yang kekayaannya justru malah bertambah sekitar US$4,4 miliar setelah dia mengumumkan rencana untuk membagi kerajaan bisnis telekomunikasinya.

Pekan lalu, seperti dilansir laman Bloomberg, Sabtu (12/7), Slim mengatakan perusahaannya, America Movil SAB, operator nirkabel terbesar di Amerika dengan 272 juta pelanggan, tunduk pada UU persaingan usaha dengan menjual sejumlah asetnya di Meksiko guna menggerus pangsa pasarnya yang begitu dominan.

Slim berencana mengucurkan investasi lebih banyak lagi di beberapa negara seperti Brasil, dengan menempatkan dananya pada sektor industri berbeda seperti energi.

Seperti diketahui, Slim, 74 tahun, dan keluarganya menguasai 57 persen saham America Movil. Dengan jumlah kekayaan US$76,2 miliar, menjadikan dia sebagai orang terkaya kedua di muka Bumi, setingkat di bawah Bill Gates, yang nilai kekayaannya turun menjadi US$83,3 miliar pada saat bersamaan, berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index.

Miliarder lainnya yang tercatat semakin kaya adalah Pangeran Alwaleed Bin Talal Al Saud, yang mendapatkan tambahan US$1,3 miliar setelah Telegraph, mengutip “analis terkemuka” melaporkan Euro Disney SCA, perusahaan entertainment resort yang berada di luar Paris, akan mendapatkan 32 juta euro (US$44 juta) dari atraksi baru yang dibuka Kamis.

Kingdom Holding Company, perusahaan investasi sang pangeran yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, menguasai sepuluh persen saham Euro Disney, yang mengelola tujuh hotel, lapangan golf 27-hole dan dua taman hiburan. Saham Kingdom menguat 5,8 persen sepanjang pekan lalu. Pria berusia 59 tahun itu tercatat sebagai orang terkaya ke-14 di dunia.

Sementara itu, kekayaan Elon Musk, CEO Tesla Motors, turun US$130 juta pada pekan lalu setelah tingkat keselamatan mobil listrik perusahaan tersebut semakin dipertanyakan. Diberitakan sebelumnya, seorang pria yang mencuri mobil Tesla Model S pada 4 Juli lalu, di Los Angeles, tewas akibat luka yang dideritanya setelah mobil yang dia kendarai dalam kecepatan tinggi mengalami kecelakaan, yang juga mengakibatkan tujuh orang lainnya cedera.

Kebakaran akibat tabrakan yang terjadi pada dua sedan Model S tahun lalu memicu dilakukannya peninjauan terhadap tingkat keamanan oleh regulator di Amerika Serikat.

Pekan lalu, Tesla digugat akibat pelanggaran merek dagang oleh pengusaha asal China, Zhan Baosheng. Baosheng, yang mendaftarkan merek tersebut sebelum pabrikan asal AS itu memasuki pasar China, meminta Tesla segera menutup showroom, pusat servis dan aktivitas marketingnya di negara tersebut.

Musk, 43 tahun, menyumbang US$1 juta untuk membantu membangun museum guna menghormati penemu dan engineer Nikola Tesla. Tesla, yang meninggal pada 1943, terkenal karena sejumlah karyanya, seperti electric motor, X-ray, dan radio.

Musk menempati peringkat 114 dalam ranking Bloomberg dengan nilai kekayaan US$10,8 miliar.

Namun, miliarder yang paling banyak membukukan penurunan kekayaan pada pekan lalu adalah Amancio Ortega. Orang terkaya di Spanyol itu menguasai 59 persen saham Inditex SA, perusahaan ritel busana terbesar di dunia dan induk usaha dari jaringan fashion Zara.

Saham perusahaan yang berbasis di Arteixo, Spanyol itu melemah 3,1 persen pada pekan lalu, sehingga menggerus nilai kekayaan Ortega menjadi US$64,3 miliar. Namun, pria berusia 78 tahun itu masih tercatat sebagai orang terkaya keempat di dunia, di bawah Warren Buffett, yang memiliki kekayaan US$1,6 miliar lebih banyak.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.