Minggu, 27 November 22

Hari Musik, Film ‘Bumiku’ Opening di Festival New York

Hari Musik, Film ‘Bumiku’ Opening di Festival New York

Jakarta, Obsessionnews.com – Sutradara muda Natasha Dematra mendapat kabar gembira pada hari musik nasional, Kamis (9/3/2017). Film musik Bumiku atau Earth yang ia sutradarai dan nyanyikan, terpilih sebagai opening film dari 46 film lainnya oleh Socially Relevant Film Festival (SRFF), New York, Amerika Serikat.

Nora Armani, direktur SRFF mengatakan terpilihnya film Bumiku karena film tersebut dianggap mencerminkan kualitas festival yang mengangkat isu-isu sosial.

Film Bumiku masuk daftar official selection festival yang akan berlangsung selama 7 hari itu. Seperti diketahui, sebanyak 46 film dari 23 negara akan diputar di Cinépolis Luxury Cinemas, suatu lokasi pemutaran film-film dari Tribeca Film Festival. Namun hanya tujuh film yang berasal dari Asia.

Yakni, Indonesia (Earth), Bhutan (Prophecy), Tibet (Hidden Wisdom), Jepang (Wheelchair Dance), Cina (Destiny), 2 film dari India (Women Prayed and Preyed Upon, 2 Girls).

Menurut Natasha, terpilihnya Bumiku sebagai opening film dalam festival yang disponsori oleh Departemen Kebudayaan New York ini membuatnya merasa terhormat. Mengingat, ini kado terindah di hari perempuan dunia yang diperingati pada 8 Maret lalu. Selain itu, film ini merupakan film Indonesia pertama yang akan ditonton dan bersanding dengan film-film dari negara lain.

“Saya persembahkan kemenangan film ini kepada seluruh perempuan dan musisi di seluruh Indonesia. Saya berharap kedepannya, sutradara di dunia perfilman tidak lagi didominasi oleh pria namun juga oleh perempuan,” ucap gadis yang telah mengambil pendidikan khusus dari Harvard University ini dalam siaran persnya yang diterima Obsessionnews.com.

Lagu Bumiku diciptakan oleh Natasha Dematra bersama pencipta lagu senior Abah Ukam. Film ini diproduksi oleh World Environment Movement, sebuah rumah produksi yang terkenal sebagai pembawa pesan kuat tentang bahaya pemanasan global dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia.

Tak hanya itu, film ini juga sebagai kampanye lingkungan hidup, sekaligus soundtrack film dokumenter berjudul Siti Nurbaya Bakar: Srikandi Pembawa Perubahan yang disutradarai oleh ayah dari Natasha, Damien Dematra.

Pada November lalu, film musik Bumiku telah diputar dalam konferensi Perubahan Iklim PBB di Marrakech, Maroko. Sedangkan pada awal Februari, International Independent Film Awards menganugerahkan penghargaan Medali Emas Soundtrack Terbaik kepada film yang diluncurkan pada September 2016 di Manggala Wanabakti.

Kini, Natasha menjadi juri dalam Festival Film Perempuan yang sedang berlangsung di Indonesia. Ia juga dikenal sebagai seorang penyanyi, aktris, sutradara film yang telah memperoleh ratusan penghargaan internasional diantaranya pemegang rekor dunia sutradara perempuan termuda film panjang di dunia, saat itu ia berusia 11 tahun.

Penghargaan lainnya adalah sutradara pendatang baru terbaik di ajang American Movie Awards, penyanyi terfavorit di Global Music Awards, Artis Terbaik dari Yosemite International Festival, Penghargaan Juara Umum Van Gogh Award dari Amsterdam International Film Festival.

Disamping itu, ia juga memiliki aktivitas dalam bidang sosial. Ia didapuk sebagai Duta Perdamaian dan Duta Perempuan yang telah dihargai secara internasional sebagai penerima penghargaan kemanusiaan, keberagaman dan lingkungan hidup dari GIFA, USA, dan beberapa kerajaan di Nusantara. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.