Selasa, 26 Oktober 21

Harga Pembelian Blok Mahakam Bisa Jadi Sasaran ‘Begal’ Uang Negara

Harga Pembelian Blok Mahakam Bisa Jadi Sasaran ‘Begal’ Uang Negara

Harga Pembelian Blok Mahakam Bisa Jadi Sasaran ‘Begal’ Uang Negara
Oleh: Salamuddin Daeng

Hingga saat ini pemerintah bungkam soal harga pembelian Blok Mahakam. Ada apa ? Mengapa harganya tidak segera diumumkan ? Jangan jangan ini akan menjadi sasaran “begal” uang negara. Blok Mahakam saat ini dikuasai oleh TOTAL dan INPEX mengaku telah menginvestasikan dana senilai  27 miliar USD. Dengan kurs Rp. 13.000 maka harga Blok Mahakam sedikitnya Rp351  triliun.

Menurut perjanjian Billateral Investment Treaty (BIT) Indonesia dengan Perancis, nasionalisasi harus memberikan kompensasi harga layak. Jika tidak maka Indonesia dapat digugat ke Arbitrase internasional. Demikian juga UU 27 tahun 2007 tentang Penanaman Modal menyatakan bahwa nasionalisasi harus melalui pembelian.

Keengganan pemerintah mengumumkan harga Blok Mahakam wajib diwaspadai. Mengingat hal ini rawan sekali “dibegal” oleh penguasa. Pengalam Freeport dan Newmont yang memperoleh perpanjangan kontrak secara ilegal melanggar UU Minerba harus menjadi pelajaran.

Catatan, Total dan INPEX selama 48 tahun mengaku telah menyumbangkan pendapatan negara senilai Rp750 triliun, atau Rp15 triliun per tahun. Perkiraan pendapatan yang diterima TOTAL dan INPEX bisa mencapai Rp2250 triliun berdasarkan perhitugan bagi hasil minyak dan cost recovery yang dibayar oleh negara.

Jokowi instruksikan penyelesaian Blok Mahakam paling lama 1 (satu) bulan. Jika kurs sampai akhir April bergerak ke Rp16.000/USD sebagaimana strest test Bank Indonesia (BI) maka harga pembelian Blok Mahakam bisa mencapai Rp432 triliun.

Bagaimana Pertamina mendapatkan uang sebesar itu? Pemerintah pastilah akan meminta perusahaan ini kembali mencetak utang. Padahal, Global Bond Pertamina telah mencapai lebih dari Rp100 trilun.  [#]

*) Salamuddin Daeng – Pengamat Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) dan Peneliti The Indonesia for Global Justice (IGJ).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.