Senin, 25 Oktober 21

Harga Minyak Dunia Turun, Pelaku Hulu Migas Alami Kerugian

Harga Minyak Dunia Turun, Pelaku Hulu Migas Alami Kerugian

Bandung, Obsessionnews – Pelaku bisnis di sektor hulu migas nasional saat ini akan mengalami kerugian, menyusul harga minyak mentah dunia yang turun antara 30 – 40 US Dollar/barel.

Demikian disampaikan pengamat ekonomi Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung, Prof Dr Ina Primiana SE MT, Senin (21/3/2016).

Ia mengatakan menurunnya aktivitas eksplorasi dan produksi disebabkan biaya yang cenderung mahal serta sulitnya perizinan. Di sisi lain, penurunan harga minyak ini diprediksi akan meningkatkan konsumsi migas.

“Target lifting minyak yang telah ditetapkan dalam APBN sebesar 830 ribu barel/hari juga tidak akan tercapai,” ujarnya.

Ina menjelaskan penurunan harga terjadi karena pasokan minyak dunia saat ini lebih tinggi dari tingkat permintaannya.

Ditemukannya shale oil sebagai cadangan minyak baru di Amerika menyebabkan negara tersebut tidak lagi mengimpor minyak dunia, sehingga pasokan minyak dunia saat ini berlimpah.

Pasca penurunan harga minyak, timpalnya kontribusi sektor migas nasional terhadap APBN juga berkurang. Kontribusi tersebut berkisar antara 30 – 100 triliun, atau sekitar 85% target APBN tidak tercapai. Sementara konsumsi migas saat ini telah mencapai sekitar 1,6 juta barel/hari.

“Akibatnya kita harus impor,” kata Kaprodi Doktor Ilmu Manajemen Unpad tersebut.

Ia menandaskan cadangan migas di Indonesia juga diprediksi terus menurun.

Pertamina, jelasnya hanya menguasai sekitar 10% dari total cadangan migas di Indonesia.

Cadangan ini diperkirakan akan habis dalam 11 tahun ke depan apabila Pertamina tidak menambah cadangan migasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.