Sabtu, 27 November 21

Harga Karet Anjlok, Perekonomian Masyarakat Terjepit

Harga Karet Anjlok, Perekonomian Masyarakat Terjepit

Sintang, Obsessionnews – 70 persen masyarakat di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat (Kalbar) bekerja di sektor pertanian perkebunan. Tidak ayal kalau kita lihat daerah di Kabupaten Sintang banyak di jumpai kebun-kebun sawit dan Karet.

Kabar tidak mengembirakan bagi para petani karet di kalbar. Pasalnya harga produksi karet menurun dan ini sangat berdampak kepada kebutuhan sehari-hari masyarakat di Kabupaten Sintang Kalbar.

“Harga karet di Kabupaten Sintang hanya Rp 4 ribu – Rp 5 ribu per kilo,’ kata Suwandi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sintang, Kalbar, kepada obsessionnews.com, Jumat (10/4/2015).

“Menurunnya harga karet, membuat para petani karet makin terjepit perekonomian mereka, diprediksi angka kemiskinan di Kabupaten Sintang akan meningkat,” tambahnya.

Ia mengungkapkan, angka kemiskinan tersebut ditandai dengan menurutnnya tingkat daya beli masyarakat terhadap barang-barang primer maupun sekunder karena dampak menurunnya harga karet.

“Masyarakat di Kabupaten Sintang tidak bisa berbuat apa-apa dan pasrah menerima kenyataan ini, bahkan hal ini sering terjadi pada petani karet,” bebernya.

Sejauh ini, jelas dia, sektor perkebunan karet maupun sawit dan pertanian menjadi tumpuan perekonomian mayoritas yang masyarakat transmigrasi tersebut.

“Pada tahun 2013 dimana BPS mencatat naiknya angka kemiskinan di Kabupaten Sintang, dari 32 ribu jiwa pada tahun sebelumnya menjadi 39 ribu jiwa,” tandasnya. (Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.