Minggu, 24 Oktober 21

Harga Gabah Diperbarui, Kesejahteraan Petani Meningkat?

Harga Gabah Diperbarui, Kesejahteraan Petani Meningkat?

Semarang, Obsessionnews – Memasuki musim panen raya, harga beras di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) mengalami penurunan cukup signifikan. Harga beras di Pasar Kendal saat ini berbanding terbalik dengan dua minggu silam.

Hamid Aminudin, pedagang grosir beras di Pasar Kendal, menuturkan, harga beras medium turun dari Rp 9.500/kg menjadi Rp 8.300/kg, sedangkan beras premium turun dari Rp 10.500/kg menjadi Rp 9.000/kg. Degradasi harga beras disebabkan petani di Kabupaten Demak, Kaabupaten Grobogan, Kabupaten Pati, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Pemalang siap panen.

“Harga beras di Jateng rata-rata turun. Sedangkan untuk operasi pasar sampai sekarang belum dilakukan Bulog,” tutur Hamid kepada obsessionnews.com, Rabu (18/3).

Terkait penurunan harga beras dan semakin mendekatnya musim panen, diperkirakan harga beras akan kembali turun. Seperti yang diketahui, Bulog Divisi Regional (Divre) tengah mempersiapkan langkah penanggulangan dengan membeli gabah milik petani pada April mendatang. Pembelian gabah dilakukan agar harga jual gabah nantinya tidak turun drastis dan merugikan petani.

Menurut Hamid yang juga pengajar di Universitas Wahid Hasyim Semarang, kurangnya minat petani menyetorkan gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) kepada Bulog disebabkan harga yang dipatok belum sesuai dengan keinginan petani. Ditengarai aturan penetapan harga beras masih menggunakan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 03 Tahun 2012.

Sesuai Inpres tersebut, tolak ukur harga GKP yang bisa dibeli oleh Bulog hanya Rp 3.300 – Rp. 3.350/kg, GKG Rp 4.150 – Rp. 4.200/kg, sedangkan beras Rp 6.600/kg. Dengan harga yang begitu rendah, wajar jika para petani sungkan menjual kepada Bulog sebelum harga benar-benar anjlok. Belum lagi perawatan sawah yang mahal dan tidak sesuai lagi dengan kondisi rupiah saat ini.

Menanggapi harga jual yang sedemikian rendah, Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres terkait harga beras dan gabah terbaru. Sosialisasi dilakukan Bulog Divre Jateng kepada mitra kerja Bulog di kantor Perum Bulog Divre Jateng, Rabu (18/3).

Hamid menuturkan, info yang dia dapat setelah rapat akan dibuat standarisasi harga GKP, GKG dan beras oleh Bulog. “Sesuai Inpres Nomor 05 Tahun 2015, harga pembelian pemerintah (HPP) GKP adalah Rp 3.700/kg, GKG Rp 4.650/kg, sedangkan beras dihargai Rp 7.300/kg,” terang Hamid.

Pengiriman GKP, GKG dan beras dilakukan melalui mitra rekanan yaitu pemilik penggilingan padi. “Mulai Maret ini Inpres berlaku. Kalau kita sekarang kirim ke Bulog dihargai sebesar itu,” pungkasnya.

Diharapkan dengan patokan harga terbaru dapat meningkatkan kesejahteraan petani. (Yusuf IH)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.