Senin, 17 Januari 22

Harga Daging Sapi Mahal, Pedagang Mie Bakso Tutup

Bandung, Obsessionnews – Mahalnya harga daging sapi 4 hari terakhir di Kota Bandung mengakibatkan sejumlah pedagang mie baso berhenti sementara. Menurut Deni Mie Baso ‘Monggo Mampir’ di Bandung Timur, Selasa (11/8), mengaku berat dengan harga daging sapi seharga Rp 140 ribu/kg tidak sebanding dengan harga jual mie basonya.

“Kalau satu kilogram itu kan bisa jadi baso sekitar 25-30 biji ukuran besar atau 75-100 biji ukuran kecil,” ucap Deni. Dengan jumlah seperti itu ternyata tidak sampai ke modal yang dikeluarkan, apalagi mendapat keuntungan. Deni mengaku harga jual untuk semangkok baso dipatok seharga Rp 11 ribu/mangkok. “Tadinya kami jual semangkok itu sepuluh ribu, tapi dengan dinaikan seribu rupiah, para pembeli juga berkurang,” ucapnya.

Deni mengatakan, meski ada Operasi Pasar (OP)daging sapi dengan harga Rp 90 ribu/kg, tapi jaraknya cukup jauh dari kawasan Bandung Timur, karena OP daging sapi selama 3 hari terakhir ini hanya berada di 3 pasar tradisional, yaitu pasar Kosambi, Sederhana dan pasar Ciahurgeulis kota Bandung. “Kalaupun ada OP ya sebaiknya di seluruh pasar tradisional, diantaranya di pasar induk Gedebage Bandung Timur, agar dekat dengan lokasi saya berjualan,” ucapnya.

Deni juga berharap harga daging sapi kembali normal di kisaran harga Rp. 80-90 ribu/kg, sehingga mata pencahariannya tidak terganggu ataupun beralih profesi. “Biasanya saya berjualan dari pukul 12.00-22.00 Wib, kalau sekarang jam 20.00 wib juga sudah tutup, karena persediaan basonya sedikit dan sepi pembeli,” tandasnya.

Mahalnya harga daging sapi ini juga dikeluhkan pedagang nasi padang, harga bahan baku untuk bumbu rendang naik tajam, seperti harga cabe kriting dan rempah-rempah lainnya. “Setelah harga daging sapi Rp. 120 ribu/kg itupun karena langganan, kalau bukan ke langganan bisa mencapai Rp. 130-140 ribu/kg sekarang disusul dengan harga bahan baku atau bumbunya,” ucap Uda Syamsu yang mengaku tidak berjualan lagi daleman, seperti paruh, babat, dan ati ampela. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.