Kamis, 23 September 21

Harga Cabe Semakin ‘Pedas’

Harga Cabe Semakin ‘Pedas’

Padang, Obsessionnews – Harga cabe di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami kenaikan. Lonjakan harga cabe yang terjadi sejak minggu (14/6) cukup mahal, sehingga masyarakat harus merasakan bagaimana harganya cukup pedas.

“Hari ini, Selasa (16/6) cabe merah dijual di pasaran sebesar Rp40 ribu per kilogram. Harga itu naik dari Rp36 ribu per kilogram dari dua hari yang lalu,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumbar, Mudrika kepada wartawan Selasa (16/6).

Mudrika mengatakan, harga cabe kembali mengalami kenaikan, karena kebutuhan meningkat juga disebabkan distribusi ke pasar, sehingga berdampak terhadap kenaikan harga di pasaran.

Meski permintaan meningkat berikut pendistribusian berdampak terhadap kenaikan harga di pasaran, Disperindag Sumbar, akan berupaya mencari akar masalah atas ketidakstabilan harga di pasaran. Disperindag bersama pihak kepolisian berupaya memantau kemungkinan adanya permainan pedagang besar.

“Jika dari hasil temuan ada yang terbukti memainkan harga, kita ajukan bersangkutan supaya diproses secara hukum,” ujar Mudrika.

cabe pedas2

Kenaikan harga cabe di pasaran, berdasarkan pemantauan di tiga pasar di Pasar Raya Padang, Pasar Siteba dan Pasar Lubuk Buaya. Kenaikan harga cabai dalam dua hari terakhir mencapai 25 persen dari harga sebelumnya Rp36.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabe di pasaran, juga diikuti komoditi lain jelang bulan suci Ramadhan antara lain telur, tepung, gula dan daging ayam serta kacang tanah. Meski mengalami kenaikan, dianggap masih kategori normal, mengingat kebutuhan menjelang Ramadhan juga menunjukkan peningkatan.

“Setelah kita hitung kebutuhan per bulan dan dibandingkan dengan ketersediaan, kita masih surplus untuk komoditi pokok. Jadi, tidak perlu cemas,“ kata Mudrika.

Mudrika menegaskan, pemerintah akan berupaya mengendalikan harga dengan berkoordinasi langsung dengan distributor. Dengan upaya itu diyakini bisa menekan harga minimal bisa dijangkau masyarakat. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.