Minggu, 17 Oktober 21

Harga Beras Naik, DPR Panggil Bulog dan Kemendag

Harga Beras Naik, DPR Panggil Bulog dan Kemendag

Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi VI DPR RI, Sarmudji mengatakan, pihaknya akan memanggil Bulog dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk dimintai keterangan terkait masalah kenaikan beras yang sudah mencapai 30 persen dalam satu pekan ini. Menurutnya, kenaikan itu tidak wajar dan perlu ada evaluasi dari pemerintah agar kejadian yang sama tidak terulang.

“Pasti kita panggil, Bulog sama Kemendag pasti kita panggil, bukan hanya untuk mengatasi problem hari ini. Tapi supaya kejadian-kejadian ini tidak berulang,” ‎ujarnya kepada Obsessionnews.com, Jumat (27/2/2015).

Hal yang ingin ditanyakan oleh DPR salah satunya berkaitan dengan tidak adanya sistem peringatan dini atau early warning system. Sistem ini kata Sarmudji mestinya harus ada di Bulog ataupun Kemendag untuk mendeteksi tanda-tanda kalau akan ada kenaikan beras. Sering kali pemerintah lalai dan tidak menemukan  cara untuk mengantisipasinya.

‎”Kalau sampai ada kejadian kenaikan beras sampai 30 persen itu kan berarti sudah parah banget. Harusnya kan kalau sudah sampai 10 persen alarm mereka itu sudah nyala gitu loh. Ko, sampai nggak ada,” tuturnya.

Politisi Partai Golkar itu, menjelaskan fenomena kenaikan beras umumnya selalu disebabkan karena minimnya pasokan beras di Bulog, atau bisa juga karena faktor cuaca buruk dan serangan hama yang mengakibatkan petani gagal panen. Namun, menurutnya alasan itu sering kali tidak masuk akal. Sebab, pada kenyataannya persediaan beras di Bulog masih cukup banyak.

Sarmudji meyakini ada kekuatan besar yang memang bisa merubah hukum harga besi di pasar. Mereka ini adalah pemain yang jumlahnya kecil, tapi bisa mengendalikan harga pasar. Disaat harganya tinggi mereka akan mengeluarkan stok dari gudang. Sedangkan disaat pemerintah mengeluarkan beras murah, maka mereka akan membeli beras petani dengan harga yang murah.

Untuk itu, solusi yang ditawarkan oleh Sarmudji adalah pemerintah harus segera melakukan operasi pasar secara serentak dengan waktu yang cepat. Kemudian Bulog harus mengeluarkan beras raskin secepatnya agar persediaan beras di masyarakat tercukupi. Setidaknya kata dia, beras raskin itu bisa dipakai sementara sampai menunggu harga beras kembali normal.

‎”Beras raskin untuk bulan Februari harus dicairkan, ‎jangan nunggu bulan Maret. Ini kan, bulan Januari baru dicairkan bulan Februari ini. Sehingga ada kelambatan, harusnya Februari diglontorkan sekalian. Sehingga sekaligus mengatasinya tepat,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.