Jumat, 22 Oktober 21

Harga Beras Melonjak Akibat Nafsu Besar Kabinet Jokowi

Harga Beras Melonjak Akibat Nafsu Besar Kabinet Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Harian Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu, Prakoso Wibowo, mengatakan melonjaknya harga beras hingga mencekik rakyat sekarang ini adalah akibat nafsu besar Kabinet Jokowi-JK tetapi kurang kemampuannya.

“Kenaikan harga komoditas paling sensitif di Indonesia jika dibiarkan terus berlangsung bisa berimbas pada sentimen masyarakat untuk menurunkan Jokowi- JK akibat rakyat lapar. Dan penyebab kenaikan harga beras dikarenakan  kenaikan harga gabah dari sawah maupun dari penggilingan akan berbanding lurus dengan lonjakan harga beras di tingkat eceran,” ungkapnya kepada Obsessionnews.om, Selasa (24/2/2015).

“Akibat  kenaikan harga GKP dan GKG memaksa perusahaan beras membeli gabah dengan harga lebih mahal. Secara hukum ekonomi, pengeluaran belanja yang lebih besar akan membuat harga jual yang dibebankan kepada konsumen menjadi lebih tinggi,” tambahnya.

Prakoso membeberkan, mahalnya harga beras juga disebabkan oleh nafsu besar kemampuan kurang dari kabinet Jokowi yang  ingin menerapkan Program Kartu Indonesia Sejahtera dengan menggantikan Raskin (beras miskin) dengan e-money atau yang elektronik hingga sejak November 2014 sampai dengan Januari 2015 pembagian Raskin tidak dibagikan ke masyarakat yang masuk katagori miskin.

Akibatnya, lanjut dia, nafsu besar kemampuan kurang dari Menteri terkait kabinet Jokowi untuk merubah manajemen pembagian Raskin akhirnya masyarakat yang berpenghasilan rendah tidak dalan katagori miskin dan masyarakat menengah seperti buruh, sopir angkot, tukang ojek, nelayan menjadi menderita akibat kenaikan harga beras.

Ia pun menilai, ketidakmampuan Pemerintahan Jokowi menangani Buffer Stock Beras akibat para menteri yang menanggani buffer stock beras kurang kompenten, akhirnya juga menyebabkan harga beras  melonjak naik tetapi juga tidak memberikan peningkatan kesejahteraan bagi petani.

“Kenaikan harga beras menunjukkan ketidakmampuan Manajemen Bulog dalam menjaga besaran cadangan beras yang harus digunakan untuk melakukan penetrasi harga beras di pasar ketika harga beras melonjak baik,” paparnya.

“Kenaikan harga beras saat ini juga sepertinya by design oleh Pemerintahan Jokowi Untuk bisa memberikan kesempatan mafia impor beras yang ada di birokrasi dan diluar birokrasi untuk melakukan import beras untuk menutupi biaya donasi kampanye pilpres Kepada Jokowi-JK yang telah dikeluarkan oleh mafia beras,” duga Prakowo.

“Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak Jokowi untuk segera menurunkan harga beras dengan melakukan impor beras  sesuai kebutuhan guna menstabilakan harga beras dan segera bagikan Raskin untuk rakyat miskin yang sudah tidak mampu membeli beras dan sudah makan nasi angking diberapa daerah miskin di Jawa!” seru Ketua FSP BUMN Bersatu. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.