Minggu, 24 Oktober 21

Harga Beras di Kalbar Melonjak

Harga Beras di Kalbar Melonjak

Pontianak, Obsessionnews – Melonjaknya harga beras di Kalimantan Barat (Kalbar) membuat masyarakat dan pedagang mengeluh. Belum ada upaya dari pemerintah untuk menekan harga tersebut. Diduga ada mafia beras dalam kenaikan tersebut.

Berdasarkan pantauan obsessionnews.com sejak Selasa (24/2) hingga Jumat (27/2) kenaikan harga beras dengan kisaran Rp 500 – Rp 1.000/kg terjadi di tiga pasar di Pontianak, yakni Pasar Flamboyan, Pasar Mawar, dan Pasar Kemuning.

Tajudin, seorang pedagang beras di Pasar Flamboyan, mengatakan ia mulai berjualan sejak Jumat (20/2) atau bertepatan dengan Imlek hari kedua. Setelah perayaan Imlek kenaikan harga beras berkisar Rp 500 – Rp 1.000/kg. Akibatnya omset penjualan berasnya berkurang dalam selama beberapa hari ini.

“Kenaikan harga beras berdampak berkurangnya daya beli masyarakat,” katanya kepada obsessionnews.com, Jumat (27/2).

Menurut informasi yang diperolehnya, kenaikan harga beras disebabkan stok distributor berkurang karena petani gagal panen.

Sementara itu Rahmat, pedagang beras di Pasar Mawar, mengatakan, melonjaknya harga beras sangat disayangkan beberapa pedagang.

“Kami menduga ada permainan pasar dan mafia dalam kenaikan harga beras. Setiap hari besar keagamaan otomatis harga beras naik, dan di Kalbar sendiri belum memasuki masa panen,” ujarnya

Kenaikan harga beras juga terjadi Kabupaten Ketapang. Yatno, pedagang beras di Pasar Rangga Sentap, mengatakan, saat ini harga beras di Ketapang melonjak hingga Rp. 4.000/kg. Biasanya ia menjual beras Rp 10.000/kg, namun dalam sebulan terakhir ia menjual Rp 14.000/kg.

“Kami tidak bisa menghindari kenaikan ini. Meskipun harga beras naik, permintaan beras meningkat dalam tiga bulan terakhir,” jelasnya

Di tempat terpisah Yudo, petani di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, mengatakan, panen padi akan terjadi pada April. “Saat ini kualitas padi bagus. Tidak ada hama dan penyakit. Kami berharap hasil panen padi kali ini bisa melonjak, dan dapat memenuhi kebutuhan masyaraka,” katanya.

Hingga saat ini, pihak Perum Bulog Kalbar tidak mau diwawancarai berkenaan dengan kenaikan harga beras tersebut. (Ahmad Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.