Kamis, 9 April 20

Hakim Konstitusi Tolak Pernikahan Anak

Hakim Konstitusi Tolak Pernikahan Anak
* Hakim konstitusi Maria Farida Indarti.

Jakarta, Obsessionnews.com – Hakim konstitusi Maria Farida Indarti mengatakan sudah saatnya negara menyetop perkawinan anak. Menurut Farida, perkawinan anak (di bawah 16 tahun) telah menimbulkan ketidakpastian hukum dan melanggar hak-hak anak.

Selain itu, lanjut Maria, perkawinan anak akan membahayakan kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak dan menempatkan anak dalam situasi rawan kekerasan dan diskriminasi.

“Perkawinan membutuhkan kesiapan fisik, psikis, sosial, ekonomi, intelektual, budaya, dan spiritual,” kata Farida dikutip Obsessionnews.com pada putusan Nomor 30-74/PUU-XII/2014, Minggu (15/4/2018).

Farida mengatakan, Mahkamah Konstitusi (MK) harus berani mengambil inisiatif menyetop perkawinan anak, karena DPR lambat melakukan legislative review. Menurut dia, MK juga berhak mengambil kewenangan DPR tersebut.

“Terkait persoalan usia perkawinan sudah waktunya diperlukan perubahan hukum segera,” katanya.

Apa yang dikatakan Farida sebagai respons atas rencana pernikahan anak di Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel). Calon pengantin pria masih berusia 15 tahun, sedangkan calon pengantin wanita berusia 14 tahun.

Penghulu yang akan menikahkan mereka, Syarif Hidayat, sejatinya tidak setuju dengan pernikahan itu. Tapi, Pengadilan Agama (PA) Bantaeng memutuskan lain. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.