Rabu, 29 September 21

Hakim: Ahok Menjadikan Al-Maidah Sebagai Sumber Kebohongan

Hakim: Ahok Menjadikan Al-Maidah Sebagai Sumber Kebohongan
* Dwiarso Budi Santiarto. (Foto: Pool)

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah dijatuhkan vonis dua tahun penjara. Hakim menyatakan, Ahok terbukti secara sah telah melakukan penistaan agama dengan menyebut surat Al Maidah ayat 51 sebagai sumber kebohongan.

“Dari ucapan tersebut terdakwa telah menganggap surat Al Maidah adalah alat untuk membohongi umat atau masyarakat, atau surat Al Maidah 51 sebagai sumber kebohongan,” kata hakim ketua Dwiarso Budi Santiarto di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (9/5/2017). ‎

Majelis hakim menyebut penodaan agama dengan penyebutan surat Al Maidah dilakukan Ahok saat memberikan sambutan bertemu warga di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu 27 September 2016. Saat itu Ahok menyebut kata-kata jangan mau dibohongi pakai Surat Al Maidah. ‎

“Dengan adanya anggapan demikian maka menurut pengadilan terdakwa telah merendahkan dan menghina surat Al Maidah ayat 51,” kata hakim.

Hakim juga menolak keberatan dari kuasa hukum Ahok yang menyebut kasus penistaan agama ini terkait dengan Pilkada. Lantaran Ahok menjadi salah satu calon yang ikuti dalam Pilkada DKI. Namun, hakim menyatakan kasus ini murni kasus penodaan agama, tidak ada kaitanya dengan Pilkada.

Hal ini kata hakim mengacu banyaknya masyarakat yang melaporkan Ahok ke polisi di luar Jakarta. Kemudian dari sejumlah aksi unjuk rasa yang menuntut keadilan atas kasus ini juga banyak yang datang dari luar Jakarta, bahkan dari seluruh daerah.

“Dengan demikian kasus penodaan agama yang menjerat terdakwa tidak ada kaitanya dengan Pilkada,” kata hakim‎

‎Ahok dinyatakan majelis hakim terbukti melakukan tindak pidana dalam Pasal 156a KUHP yakni secara sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama. ‎

“Dari ucapannya tersebut terdakwa jelas menyebut surat Al Maidah yang dikaitkan dengan kata dibohongi, hal ini mengandung makna yang negatif, bahwa terdakwa telah menilai dan mempunyai anggapan bahwa orang yang menyampaikan surat Al Maidah ayat 51 kepada umat atau masyarakat terkait pemilihan adalah bohong dan membohongi umat atau masyarakat,” jelasnya. ‎‎

Kalimat Ahok yang dinyatakan menodai agama yakni: “Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu nggak bisa pilih saya ya kan? dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu. Itu hak Bapak-Ibu ya. Jadi kalau Bapak-Ibu perasaan enggak bisa kepilih nih, karena saya takut masuk neraka karena dibodohin gitu ya, enggak apa-apa.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.