Sabtu, 23 Oktober 21

Haesnaeni: Satu Tahun Saja Bisa Atasi Macet Jakarta

Haesnaeni: Satu Tahun Saja Bisa Atasi Macet Jakarta
* Haesnaeni, gadis berasal dari Betawi

Jakarta, Obsessionnews- Jakarta selalu menarik didiskusikan dan dibicarakan apalagi mengenai pimpinan daerah. Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, tak heran para calon kandidat gubernur DKI Jakarta banyak yang muncul untuk mempromosikan diri menjadi nomor satu Jakarta.

Salah satu kandidat, Haesnaeni, telah menyatakan diri siap tampil di Pilkada. Niatannya itu lahir karena menilai Jakarta masih memiliki banyak persoalan yang perlu diselesaikan. “Di Jakarta itu tingkat kesenjangan sosial sangat tinggi,” ungkapnya melalui diskusi publik “Menuju kursi empuk DKI 1, Jakarta Punya Siape” diselenggarakan Pasca Sarjana Ilmu Komunikasi Mercu Buana di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (28/2/3016)

Menurut Haesnaeni, kesenjangan sosial di Jakarta sangat tinggi. Ada 11 aitem yang menjadi sorotan utama Haesnaeni jika akan tampil dan terpilih di DKI Jakarta nanti. Diantaranya mengenai sampah Jakarta yang masih saja sebagai perdebatan hari ke hari.

Bukan saja itu menurut tinjaunnya, khusus di Jakarta Timur masih saja ada masyarakat mengalami gizi buruk bahkan busung lapar, padahal kata Haesnaeni Jakarta daerah Ibu Kota. “Sampah di Jakarta itu banyak berserahkan, padahal sampah bisa dijadikan potensi ekonomi seperti Hongkong dan Tokyo, mini industri,” tuturnya.

Haesnaeni2

Haesnaeni juga menilai tingkat kemacetan Jakarta makin tinggi dan makin tidak terelahkan. Apalagi pengeluaran 1 mobil dalam satu hari mencapai seribu biji sedangkan roda dua 7 ribu unit sehingga menjadi sumber kemacetan Jakarta. Haesnaeni berjanji jika terpilih nanti maka dia yakin tampa menunggu lama, hanya satu tahun saja macet di Jakarta bisa diselesaikan.

“Saya akan menyelesaikan macet setahun dengan manajemen traifik. Ini kan mobil dan motor di Jakarta bertambah terus dalam sehari. Kita harus menyediakan transportasi masal, dengan fasilitas nyaman dan aman. Kalau tidak dilakukan sudah pasti mereka naik roda dua,” terangnya.

Bukan saja itu untuk mengurangi kemacetan Jakarta, Haesnaeni memiliki konsep yakni mensinergiskan waktu jam kerja kantor dan jam sekolah agar masyarakat Jakarta tidak keluar bersamaan di jam yang sama. “Saya akan mensinergiskan, yakni jam 6-1 siang itu waktunya sekolah, sedangkan pekerja kantoran masuk jam 10-4 sore. Kalau di Dubai ini sudah dilakukan,” tandasnya.

Haesnaeni mengatakan juga penanggulangan banjir di Jakarta saat ini masih salah, menurutnya cukup melakukan modifikasi cuaca sementara waktu sambil melakukan modifikasi cuaca. Ia mengamati juga saat ini gorong-gorong perkampungan rumah tangga tidak mengalir kemana-mana. “Solusinya kita buat gorong-gorong agar bisa dialirkan, kita buat kanal Timur dan kita konekan ke laut, dengan begitu banjir tidak ada dan akan dinikmati ratusan tahun,” ujarnya.

Lebih jauh ia juga akan memfungsikan KTP multifungsi berguna untuk kesehatan dan tidak perlu lagi masyarakat Jakarta memakai kartu BPJS untuk berobat.” Kalau saya hanya gunakan KTP jitu,” pungkasnya.

Haesnaeni3

Haesnaeni juga simpati pada masyarakat Jakarta yang marak digusur tampa manusiawi. “Saya akan menggusur tapi tidak sampai ke Marunda. Pemda cukup buat Rusunawa disekitaran tempat penggusuran sehingga mereka tidak pindah jauh bekerja,” tutunya.

Haesnaeni juga menginginkan Kota Jakarta sebagai kota percontohan dimana jika terpilih nanti akan membuat kebijakan wajib belajar sampai diperguruan tinggi. ” Saya menginginkan DKI jadi kota percontohan, anak-anak wajib belajar sampai tingkat perguruan tinggi, sebab ini bisa membantu generasi berikutnya dan tidak menjadi kuli lagi,” harapnya.

Lebih lanjut Haesnaeni mengaku sampai hari ini belum ada partai yang akan mengusungnya untuk tampil di Pilkada serentak 2017. Namun dia juga mengatakan tidak akan tampil melalui independen sebab Haesnaeni menilai berjalannya pemerintahan penting adanya keterlibatan parlemen.

“Insya Allah saya akan tampil lewat partai, kalau dari partai kan bisa membantu diparlemen (DPRD) membangun Jakarta lebih baik. Kalau independen tidak dibantu seperti ada di hutan belantara tidak ada yang membantu,” tandasnyan. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.