Sabtu, 26 September 20

Haedar Nashir: Tidak Berhak Merasa diri Paling Nasionalis

Haedar Nashir: Tidak Berhak Merasa diri Paling Nasionalis
* Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Twitter @HaedarNashir)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, pihaknya cukup ptihatin dengan kejadian pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh kader Banser di Garut, Jawa Barat, beberapa hari lalu. Muhammadiyah tidak ingin masalah ini terus berlarut dan memecah keutuhan bangsa.

Di tengah kekacuan itu Muhammadiyah percaya umat Islam maupun seluruh masyarakat Indonesia tetap mampu menjaga keutuhan nasional. Berbagai pengalaman pahit sebelum ini lebih dari cukup untuk menjadi bahan pelajaran rohaniah yang membuat umat dan bangsa ini makin matang dan dewasa.

“Karenanya kasus pembakaran bendera tersebut jangan menjadikan umat Islam dan bangsa Indonesia terpecah-belah dan jatuh pada saling bertentangan satu sama lain,” ujarnya, Kamis (25/10/2018).

Haedar mengimbau agar seluruh umat Islam dan dapat menahan diri dengan tetap bersikap tenang dan tidak berlebihan dalam menghadapi masalah yang sensitif ini. Hindari aksi-aksi yang dapat menambah persoalan menjadi bertambah berat dan dapat memperluas suasana saling pertentangan di tubuh umat dan bangsa.

“Beban bangsa Indonesia sungguh berat dengan berbagai masalah seperti korupsi dan kesulitan ekonomi, sehingga jangan ditambah dengan masalah baru. Sikap legowo dan tidak apologi atas kesalahan perlu ditunjukkan sebagai wujud kedewasaan berbangsa,” jelasnya.

Semua pihak, kata dia, penting mengedepankan jiwa ikhlas untuk berusaha saling meminta maaf dan memberi maaf satu dengan lain berlandaskan spirit ukhuwah sebagaimana diajarkan dalam Islam. Dengan begitu Insya Allah tidak ada yang jatuh diri karena saling memaafkan.

“Semua komponen bangsa pada dasarnya mencintai Indonesia dan tidak ada satu pihak pun yang berhak mengklaim diri paling nasionalis,” jelasnya.

Khusus kepada warga dan seluruh jajaran di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah diminta agar tidak melakukan aksi-aksi massa dalam merespons masalah pembakaran bendera tersebut. Sebaiknya ikut serta dalam menciptakan suasana tenang, damai, dan kebersamaan untuk terwujudnya kemaslahatan umat dan bangsa. (Albar)

 

Baca juga:

Bendera Tauhid Dibakar, AA Gym: Hati ini Terasa Mendidih

GO PRO 08 Minta Polisi Usut Pembakaran Bendera Tauhid

Oknum Banser ‘Mengejar Setoran’ Bendera Tauhid Dibakar

Ridwan Kamil: Apapun Alasannya Pembakaran Bendera Tauhid Tidak Benar

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.