Rabu, 3 Juni 20

Hadiri KTT ASEAN, Suu Kyi Banjir Kritik Pembunuhan Muslim Rohingya

Hadiri KTT ASEAN, Suu Kyi Banjir Kritik Pembunuhan Muslim Rohingya
* Aung San Suu Kyi

Sejumlah peserta KTT ASEAN, termasuk Perdana Menteri (PM) Malaysia, mengkritik pemerintah Myanmar atas penindasan dan pembunuhan/pembantaian (genosida) Muslim Rohingya. Kebetulan KTT tersebut dihadiri pimpinan rezim Myanmar, Aung San Suu Kyi.

PM Malaysia Mahathir Mohammad dalam percakapan dengan para wartawan di sela-sela KTT ASEAN ke-33 di Singapura mengatakan, “Aung San Suu Kyi, Penasihat Senior Pemerintah dan Menteri Luar Negeri Myanmar terlibat dalam penumpasan dan pembantaian Muslim Rohingya di negara ini.

Para kepala negara ASEAN dalam pernyataan akhir mereka menekankan perlunya para pengungsi Muslim Rohingya dikembalikan ke Myanmar, kembali dengan aman dan bermartabat ke negaranya.

Aung San Suu Kyi

Kritik sejumlah peserta KTT ASEAN di Singapura atas tindakan kriminal tentara dan pemerintah Myanmar terhadap Muslim Myanmar disampaikan ketika ASEAN diharapkan untuk mengadopsi kebijakan efektif terkait krisis Rohingya melampaui literatur kritis terhadap pemerintah Naypyidaw.

Atha Nurul Islam Arakani, analis masalah Myanmar mengatakan, “Krisis Rohingya telah menjadi lebih buruk sejak 2012, dan negara-negara dan organisasi internasional tidak melakukan tugasnya sebagaimana mestinya. Mereka hanya membuat pernyataan dan mengeluarkan pendapat yang tidak berpengaruh pada krisis Muslim Rohingya.”

Secara khusus, sejak 25 Agustus 2017 lebih dari enam ribu orang telah tewas, delapan ribu terluka dan lebih dari satu juta Muslim Rohingya telah dipaksa melarikan diri ke Bangladesh dalam serangan agresif Myanmar terhadap Muslim Rohingya di provinsi Rakhine.

Di antara negara-negara anggota ASEAN, Malaysia telah menyampaikan kecaman berat terhadap pemerintah Myanmar selama tahun lalu. Rakyat Malaysia juga berkali-kali melakukan aksi demonstrasi mengecam kejahatan ini. Malaysia adalah satu-satunya negara di ASEAN yang menyebut kejahatan luas terhadap Muslim Rohingya sebagai genosida.

AFP – Seoang pengungsi Rohingya di Kuala Lumpur menaruh sandalnya di atas poster pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi -yang bermakna mengungkapkan kemarahan berdasarkan budaya Asia selatan. (BBC)

Ada harapan dari bangsa-bangsa di ASEAN agar negara-negara anggota ASEAN menggunakan potensi penuh mereka dan bersepakat kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan tentara Myanmar, dengan tujuan mengakhiri krisis Rohingya dan menekan Naypyidaw.

Penangguhan keanggotaan Myanmar di ASEAN serta sanksi ekonomi dan militer negara ini oleh ASEAN termasuk instrumen yang dapat digunakan ASEAN demi membantu mengakhiri krisis Rohingya.

Penekanan pernyataan KTT ASEAN di Singapura tentang perlunya pengungsi Rohingya kembali ke negaranya dengan aman dan bermartabat adalah indikasi keprihatinan komunitas internasional yang mendalam tentang situasi tidak jelas soal kembalinya pengungsi Muslim Rohingya ke negaranya.

Terlebih laagi ketika pelapor hak asasi manusia PBB baru-baru ini menyerukan kepada Bangladesh untuk menghentikan rencana untuk mengembalikan ratusan ribu Muslim Rohingya ke Myanmar.

 

Umat Islam Iran menggelar unjuk rasa usai sembahyang Jumat (8/9), di ibu kota Teheran untuk mengecam kekerasan atas umat Islam Rohingya di Negara Bagian Rakhine, yang mendorong pengungsian sekitar 200.000 lebih orang Rohingya ke Bangaladesh. (BBC)

Dirjen Human Rights Watch Bill Frelick mengatakan, “Ada banyak hal yang harus dilakukan sebelum mengembalikan Muslim Rohingya ke Rakhine dan komunitas internasional harus mengklarifikasi bahwa tidak boleh ada pengemalian para pengungsi tanpa pengawasan internasional. Selain itu, pengamat internasional harus menjamin hak-hak dasar Muslim Rohingya, termasuk keamanan mereka dan mengakhiri gagasan bahwa para pengungsi harus hidup di kamp.”

Satu tahun setelah gelombang kekerasan dan kejahatan baru terhadap Muslim Rohingya, harapan publik di dunia adalah bahwa PBB dan organisasi internasional dan regional lainnya akan mengambil langkah efektif untuk menghentikan kejahatan ini dan mengamankan kembalinya pengungsi ke Myanmar. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.