Rabu, 8 Desember 21

Hadapi Tiga Gugatan Praperadilan, KPK Tambah Personil Tim Hukum

Hadapi Tiga Gugatan Praperadilan, KPK Tambah Personil Tim Hukum

Jakarta, Obsessionnews – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadapi tiga gugatan praperadilan dari tiga tersangka di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.

Gugatan praperadilan pertama diajukan oleh mantan Direktur Pengolahan PT Pertamina Suroso Atmomartoyo yang menjadi tersangka kasus dugaan pemberian suap proyek bensin tetraethyl lead (TEL) yang terkait dengan PT Pertamina pada 2004-2005 atau yang lazim disebut korupsi Innospec.

Praperadilan kedua yaitu mantan Menteri Agama Suryadharma Ali yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama periode 2012-2013.

Sedangkan gugatan ketiga dari mantan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Poernomo dalam perkara dugaan penerimaan seluruh permohonan keberatan Wajib Pajak Badan PT BCA.

Ketiga sidang praperadilan akan dipimpin tiga hakim yang berbeda yaitu sidang Suroso akan dipimpin hakim Suyadi, Suryadharma Ali dipimpin hakim Tati Hardianti, sedangkan Hadi Purnomo dipimpin hakim tunggal Baktar Jubri Nasution.

Kepala Biro Hukum KPK Chatarina Girsang mengatakan KPK menyiapkan tiga tim hukum untuk menghadapi sidang gugatan praperadilan di PN Jakarta Selatan.

Dia mengatakan, KPK menambah personil tim hukum untuk menghadapi praperadilan dengan bantuan dari jaksa. “Kalau sidang praperadilannya hanya satu perkara tidak perlu penambahan tenaga jaksa, cukup dihadapi biro hukum,” ujar Chatarina di Jakarta, Senin (30/3/2015).

Menurutnya, sidang praperadilannya saja sudah empat dan waktunya hampir bersamaan, jadi jumlah fungsional biro hukum tidak memadai. “Itu alasannya mengapa ada tenaga tambahan, bukan masalah kemarin kalah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, saat ini tim Biro Hukum KPK hanya 11 orang sehingga tidak memadai untuk menghadapi sejumlah gugatan praperadilan yang dilakukan oleh tersangka korupsi.

Sementara itu, sidang gugatan praperadilan Suryadharma Ali ditunda, dengan alasan tim hukum KPK tidak menyertakan lampiran asli surat kuasa dan surat tugas. “Hari ini penundaan karena surat kuasa asli termohon belum ada,” kata hakim Tati Hardianti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim mengatakan, sidang gugatan ditunda sampai besok, Selasa (31/3). Menurut hakim, selain surat kuasa, tim hukum KPK juga tidak menyertakan surat tugas asli di persidangan kepada hakim. Hakim menginginkan tim hukum KPK memperlihatkan surat kuasa dan surat tugas yang asli.

Hakim Tati juga meminta kepastian kepada tim hukum KPK untuk bisa menyiapkan surat kuasa dan surat tugas asli agar sidang bisa dilanjutkan esok hari. “Kami siapkan besok pagi,” kata tim hukum KPK Nur Chusniah.

Sekedar informasi, SDA mengajukan gugatan praperadilan pada 23 Februari 2015, namun kuasa hukum sempat mencabut berkas perkara untuk memperbaiki dan mempertajam materi gugatan.

Kemudian kuasa hukum kembali mendaftarkan gugatan praperadilan pada 9 Maret 2015. Mantan Menteri Agama Suryadharma Ali menjadi tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama periode 2012-2013.

SDA menggugat penetapan tersangkanya dan penyidikan yang dilakukan KPK tidak sah. Dia juga menggugat penetapan tersangka dirinya sarat bermuatan politis. (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.