Rabu, 5 Agustus 20

Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0, LPDB Siapkan Budaya Kerja Karyawan

Hadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0, LPDB Siapkan Budaya Kerja Karyawan
* Kepala Divisi Umum LPDB-KUMKM Saefudin. (Foto: dok manajemen)

Jakarta, Obsessionnews.com – Perubahan besar yang terjadi akhir-akhir ini di bidang ekonomi, politik, sosial, dan budaya merupakan bentuk dari perubahan zaman yang dinamakan Revolusi Industri 4.0. Perubahan ini memberikan efek besar pada tata cara kehidupan dan diyakini dapat meningkatkan perekonomian dan kualitas kehidupan secara signifikan. Siap atau tidak seluruh aspek kehidupan pun akan berubah. Kesiapan yang harus dimiliki semua orang, khususnya mereka yang bekerja aktif dalam era tersebut. Hal ini pula yang mendorong Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menerapkan budaya kerja karyawan yang dinamakan EPICS (Excellence, Professionalism, Integrity, Customer Focus, Synergy).

Kepala Divisi Umum LPDB-KUMKM Saefudin mengatakan terdapat 5 (lima) budaya kerja yang diterapkan dalam lingkungan LPDB-KUMKM. Poin-poin yang masuk dalam hal itu, antara lain selalu berjuang untuk mencapai keunggulan menuju kesempurnaan dengan melakukan upaya perbaikan di segala bidang (excellence), bekerja dengan tekun dan akurat sesuai dengan kompetensi serta mampu bekerja dengan sungguh-sungguh secara maksimal dan mandiri (professionalism), keteguhan dalam menjunjung tinggi etika, kejujuran, kebijakan, serta peraturan lembaga yang tercermin dalam ucapan dan tindakan (integrity).

Saefudin saat mendampingi Direktur Umum dan Hukum LPDB-KUMKM Jaenal Aripin menerima mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretaris (STIKS) Tarakanita. (Foto: dok manajemen)

Selain itu, setiap karyawan diharapkan untuk peka dan proaktif terhadap pemenuhan kebutuhan mitra/calon mitra dengan memberikan pelayanan terbaik, informatif, dan membina hubungan jangka panjang untuk mengembangkan pertumbuhan positif, saling menguntungkan dan seimbang (customer focus), juga membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang proaktif, produktif, harmonis dengan kepedulian terhadap stakeholder guna mencapai visi dan misi lembaga (synergy).

Menurut Saefudin, budaya kerja perlu diterapkan agar setiap karyawan mampu menyesuaikan dan mengembangkan kapasitas diri terhadap era teknologi saat ini, khususnya menghadapi era revolusi industri 4.0. Dalam era ini, seluruh pekerjaan sudah beralih menuju kemajuan teknologi. Tenaga manusia akan dibatasi bahkan dikurangi dan terganti dengan mesin, perubahan dari pelaporan di atas kertas (paper based) menjadi komputerisasi (digital based), dan kinerja karyawan yang bukan hanya ditentukan dengan kehadiran tepat waktu dan pulang di atas jam kantor melainkan output yang dihasilkan apakah mampu memajukan perusahaan atau tidak.

Hal-hal itu dapat mendorong seluruh karyawan untuk meng-upgrade dan meningkatkan kemampuan menjadi di atas rata-rata. Memiliki inisiatif yang tinggi dan mampu bekerjasama dalam tim sebagai upaya memajukan perusahaan sangat diperlukan dalam diri setiap karyawan. Seluruh karyawan tanpa kecuali memiliki kewajiban untuk mem-branding lembaga dengan etika kerja yang baik, terutama apabila dikaitkan dengan visi LPDB-KUMKM, yakni “menjadi lembaga yang dapat diandalkan dalam memberi pinjaman/pembiayaan kepada koperasi dan UMKM”.

Foto bersama Saefudin dengan karyawan LPDB-KUMKM). (Foto: dok manajemen)

“Sebagai satuan kerja di bawah Kementerian Koperasi dan UKM, memiliki tujuan mulia dalam membantu perkuatan permodalan koperasi dan UMKM di Indonesia. LPDB-KUMKM diharapkan mampu menjadi integrator dan percepatan, pengembangan industri keuangan mikro di daerah,” kata Saefudin di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Sebagai badan layanan umum yang bertugas mengelola dan mengembangkan dana bergulir, LPDB-KUMKM memiliki tugas yang besar yakni mendukung peningkatan akses pembiayaan usaha koperasi dan UMKM secara langsung atau melalui lembaga keuangan perantara agar dapat meningkatkan layanan pembiayaan usaha kepada para pelaku usaha agar mandiri dan berkelanjutan.

Karena itu, Saefudin selaku Kepala Divisi yang bertanggungjawab atas 318 karyawan LPDB berpesan, agar setiap karyawan meningkatkan kemampuan softskill dan hardskill nya sehingga mampu bekerjasama dengan baik di lingkungan LPDB-KUMKM. Implementasi budaya kerja diharapkan dapat menghasilkan dampak positif dalam pengembangan sumber daya manusia LPDB-KUMKM. Dengan budaya kerja EPICS diharapkan dapat menciptakan pegawai yang profesional, kompeten dan bernilai lebih sehingga dapat menjadi great fighter dan survivor dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0.

Dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, ditargetkan LPDB-KUMKM dapat memiliki sumber daya manusia yang profesional, kompeten dan bernilai lebih. Profesionalisme akan dibentuk dengan menciptakan suasana kerja yang kondusif, berkinerja positif dan berdaya saing, serta penguatan leadership dan kerjasama tim. Selain itu, peningkatan hard competency dan soft skill akan menjadi agenda rutin dan berkesinambungan dengan bekerjasama dengan lembaga pelatihan kredibel, bonafide dan bersertifikasi. Stater pack pegawai LPDB-KUMKM yang profesional dan kompeten akan diberikan kekuatan tambahan (added value) berupa peningkatan kompetensi di bidang teknologi informasi dan bahasa asing.

Selanjutnya, sebagai wujud nyata komitmen terhadap nilai excellence dalam budaya kerja EPICS, LPDB-KUMKM dalam kurun waktu satu tahun terakhir telah menerapkan Sistem Penilaian Kinerja (SILAKIN). Dengan adanya SILAKIN, manajemen Indikator Pencapaian Kinerja mulai dari level staf hingga top management dapat dilaksanakan dengan sistematis dan menghasilkan output yang positif terhadap pencapaian lembaga.

LPDB-KUMKM juga terus mendorong dan memfasilitasi seluruh karyawan untuk terus berkembang. Di antaranya melalui bentuk pelatihan (training) sesuai dengan bidang masing-masing, bimbingan teknis (bimtek), sampai dengan upaya menyelaraskan team work dalam bentuk family gathering. Hal ini sebagai wujud meningkatkan produktivitas karyawan, terutama mencapai kualitas layanan yang profesional bagi seluruh mitra dan calon mitra LPDB-KUMKM.

Sejak pertama kali penyaluran dana bergulir pada tahun 2008 sampai dengan awal Desember 2019, LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan sebesar Rp9,74 Triliun kepada 4,357 penerima dana bergulir. Per tahun 2019, dana bergulir yang telah tersalur ke mitra LPDB sebesar Rp1,21 Triliun dari total target yang ditetapkan pada tahun 2019 sebesar Rp1,7 Triliun.

Road Map LPDB-KUMKM

Di samping itu, dalam menghadapai kemajuan zaman dan teknologi dewasa ini, LPDB-KUMKM menciptakan road map (peta jalan) sampai dengan 5 (lima) tahun ke depan. Hal ini diciptakan agar tujuan lembaga dapat terintegrasi dan terimplementasi dengan baik dalam menghadapi era revolusi industri 4.0.

Diawali di tahun 2019, LPDB mempersiapkan pondasi kelembagaan organisasi dan tata kelola. Persiapan itu dimulai dari budaya kerja, manajemen kinerja, otomatisasi dukungan proses serta membangun inti berupa Comprehensive Financial Management System (CFMS) yakni sistem internal yang terintegrasi. Selain itu, persiapan sumber daya manusia (SDM), membangun sistem manajemen anti kecurangan, serta perbaikan layanan publik.

Di tahun berikutnya 2020, yakni langkah pemantapan pondasi dan peningkatan hasil awal. Berupa, integrasi inti sistem LPDB-KUMKM, pengembangan data besar dan analisis, manajemen bakat, serta membangun enterprise risk management (ERM) atau mengindentifikasi, menilai dan mengevaluasi risiko, serta mengelola strategi bisnis lembaga.

Selanjutnya di tahun 2021, LPDB-KUMKM melakukan penguatan kinerja lembaga, yaitu melalui implementasi aplikasi CFMS, manajemen kinerja dalam sistem manajemen strategi, penguatan pengendalian risiko bisnis dan membangun CRM atau customer relationship management. CRM merupakan strategi manajemen dalam mengelola hubungan dengan mitra/calon mitra, antara lain berupa pengumpulan data mitra/calon mitra, merekam aktifitas lembaga dan mitra/calon mitra, dan lainnya.

Pada tahun 2022, langkah LPDB selanjutnya yakni mengintegrasikan CFMS dengan sistem pendukung berbasis mobile application. Selain itu, integrasi antara CRM dan GRC (governance risk compliance) akan semakin ditingkatkan. Kedua sistem tersebut diharapkan dapat menguatkan manajemen dalam mendukung trisukses LPDB-KUMKM.

Program LPDB pada tahun 2023, sudah terbentuk kinerja yang unggul dan puncaknya pada tahun 2024, LPDB-KUMKM mampu menjadi lembaga terdepan, yang berkinerja unggul dan dapat menjadi benchmark untuk lembaga-lembaga lain. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.