Kamis, 27 Juni 19

Hadapi Pasar Global, Kemendag Dorong Efisiensi Silognas

Hadapi Pasar Global, Kemendag Dorong Efisiensi Silognas
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan.
Gia
JakartaJelang Pasar Global, Kementerian Perdagangan RI gelar workshop logistik dengan tema “Tantangan dan Peluang Logistik Indonesia Menghadapi Pasar Global”.
 
 “Acara ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan rekomendasi langkah-langkah strategis untuk penyempurnaan Sistem Logistik Nasional (Silognas) yang telah dituangkan dalam Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional,” ujar Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu  (10/4/2013).
Salah satu penyebab tingginya biaya logistik di Indonesia lanjut Gita adalah infrastruktur logistik yang masih sangat terbatas di wilayah timur Indonesia, sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi antara Kawasan Barat dengan Kawasan Timur yang belum seimbang. Disamping itu, tidak adanya jaminan muatan balik dari wilayah timur bagi angkutan kargo (backhaul), yang mengakibatkan ongkos angkut ke wilayah timur menjadi lebih tinggi dibandingkan ke wilayah barat Indonesia.
Hal tersebut selain mengakibatkan terjadinya disparitas harga antara wilayah barat dan timur, juga mengakibatkan kurangnya minat investor untuk menanamkan modalnya, yang pada akhirnya memperlambat pertumbuhan perekonomian di wilayah timur,” imbuhnya.
Biaya logistik yang tinggi menyebabkan daya saing produk Indonesia menjadi lebih rendah dibandingkan dengan produk yang sama yang dihasilkan oleh negara-negara pesaing. Rendahnya daya saing ini tidak hanya terjadi dipasar domestik namun juga di pasar internasional.
“Sistem logistik yang terintegrasi secara efektif dan efisien dapat meningkatkan daya saing produk nasional di pasar regional dan global, serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan melalui penurunan biaya logistik serta menjamin ketersediaan komoditas pokok dan strategis sampai ke tingkat pedesaan,” jelasnya.
Kementerian Perdagangan berperan aktif dalam mengembangkan Sistem Logistik Nasional sekaligus memperlancar konektivitas antar daerah dan antar simpul-simpul logistik melalui Revitalisasi Pasar Tradisional, Pembangunan Pusat Distribusi Regional/Provinsi dan pembangunan jaringan logistik antar simpul-simpul logistik di setiap Koridor Ekonomi.
Dalam 4 tahun terakhir, Kementerian Perdagangan melalui Tugas Pembantuan telah merevitalisasi 461 unit pasar tradisional dan 5 Pusat Distribusi Nasional/Provinsi sebesar lebih dari Rp 2 triliun. Kemendag juga aktif mendorong pembentukan dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus, optimalisasi Cikarang Dry Port, serta mendorong penetapan pelabuhan hub internasional di Kuala Tanjung untuk kawasan barat dan Bitung untuk kawasan timur Indonesia.
Selain itu, sebagai upaya mengakselerasi dunia pelayaran Indonesia sebagai bagian dari sistem logistik nasional, Kemendag telah menginisiasi agar industri pelayaran dapat memilih menggunakan kapal berbendera Indonesia untuk mengangkut kargonya melalui penerapan sistem Cost, Insurance and Freight (CIF), bukan lagi Free On Board (FOB). Dengan demikian, industri pelayaran memiliki peluang yang lebih besar untuk berkontribusi dalam ekspor sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pada workshop logistik ini juga dibahas mengenai masalah daging sapi yang bertujuan untuk mewujudkan sistem jaringan distribusi daging sapi yang efisien dan efektif, guna mencegah terjadinya penimbunan di gudang importir atau distributor yang dapat menyebabkan adanya gejolak harga.
Pada tahun 2011, biaya logistik Indonesia mencapai 24,64% dari PDB Indonesia atau sebesar Rp 1.800 triliun, sementara Amerika Serikat hanya mencapai 9,9%, Jepang, 10,6% dan Korea Selatan 16,3%. Menurut hasil survei Logistics Performance Index (LPI) oleh Bank Dunia tahun 2012, Indonesia menempati peringkat 59 atau berada dibawah Singapura, Malaysia, Thailand, dan Viet Nam.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.