Sabtu, 14 Desember 19

Hadapi MEA, Jokowi Dorong ASEAN Tingkatkan Neraca Perdagangan

Hadapi MEA, Jokowi Dorong ASEAN Tingkatkan Neraca Perdagangan

Nay Pyi Taw – Pemerintah di negara-negara anggota didorong meningkatkan perdagangan intra-ASEAN yang saat ini masih cukup rendah, yakni 24,2 persen. Hal itu dilakukan supaya negara-negara satu kawasan ini bisa menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

“Dalam lima tahun ke depan, saya berharap nilai perdagangan intra-ASEAN setidaknya bisa mencapai 35-40 persen,” ujar Presiden Jokowi dalam sidang pleno KKT ASEAN di Nay Pyi Taw, Myanmar, Rabu (12/11/2014).

Jokowi mengatakan Untuk mewujudkan MEA diperlukan peningkatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara ASEAN. Indonesia ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 7% di tahun-tahun mendatang.

“Indonesia harus juga menjadi bagian penting dari rantai produksi regional dan global (regional and global production chain),” katanya.

ASEAN lanjut Jokowi harus bersatu dan bekerjasama dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dan konektivitas di masing-masing negara, antar negara ASEAN, antara ASEAN dengan negara-negara mitra, melalui percepatan implementasi Masterplan on ASEAN Connectivity.

Selain itu, ASEAN juga harus meningkatkan kerjasama investasi, industri dan manufaktur yang lebih erat diantara negara-negara anggota. Indonesia dibawah pemerintahan Jokowi membuka hubungan bisnis dengan negara manapun.

Akan tetapi Indonesia, seperti negara berdaulat manapun, harus memastikan kepentingan nasionalnya tidak dirugikan. “Kita harus menjunjung tinggi prinsip resiprokal, saling menghormati, saling menguntungkan, dan persaingan secara adil, dalam bekerjasama,” tutup Jokowi. (Has)

 

Related posts