Minggu, 12 Juli 20

Habibie: Kita Tidak Butuh Banyak Ilmuwan

Jakarta, Obsessionnews.com –  Generasi muda merupakan aset negara yang paling berharga. Tentunya harus dibangun, salah satunya dengan sains. Sains dan penelitian merupakan fondasi penting suatu bangsa. Dengan sains, sebuah peradaban dapat maju dan menjadi lebih baik.

Hal itu disampaikan oleh mantan Presiden BJ Habibie  melalui pesan video dalam acara puncak  kompetisi tahunan L’Oréal Girls in Science (LGIS) 2017.

“Kita tidak butuh banyak ilmuwan. Yang kita butuhkan adalah ilmuwan sejati, yaitu  ilmuwan yang tidak hanya mengejar ilmu tetapi juga melakukan penerapan dari hasil temuan atau pembelajaran dia untuk menjawab permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Acara final LGIS 2017 ini diadakan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Rabu (26/7/2017), yang turut dihadiri 150 SMA dari seluruh wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi mengatakan dalam sambutannya bahwa ilmu pengetahuan dan masa depan pendidikan dihadapkan pada tantangan pembangunan global berkelanjutan yang sangat krusial. Ini seperti ketimpangan pembangunan, kemiskinan, kesehatan, krisis energi dan kerusakan lingkungan. Tantangan ini dapat dijawab melalui pendidikan sains.

”Kami sungguh menyambut baik usaha dari seluruh pihak untuk meningkatkan kepekaan generasi muda dalam menemukan solusi dimulai dari permasalahan di sekitar mereka,” ucap Muhadjir.

Acara ini lanjutnya, sekaligus menjadi ajang unjuk gigi ilmuwan muda Indonesia serta membuka mata generasi muda akan beragam profesi yang ditawarkan sains.

Dia berharap, lebih banyak lagi generasi muda yang terinspirasi untuk menekuni bidang penelitian.

Sementara Umesh Phadke, Presiden Direktur L’Oreal Indonesia yang turut hadir  dalam acara ini menyampaikan, selama lebih dari 38 tahun mengembangkan industri kecantikan di Indonesia, L’Oréal menaruh komitmen dan kepedulian penuh pada pentingnya regenerasi.

“Kami percaya bahwa edukasi adalah instrumen penting untuk terus melahirkan generasi penerus bangsa yang lebih baik,” bebernya.

Ia menjelaskan edukasi seharusnya tidak dibatasi dinding kelas karena edukasi bisa dilakukan di mana saja termasuk di luar kelas.  L’Oréal Science Fair adalah wujud nyata komitmen berkesinambungan L’Oréal untuk memberikan pengalaman belajar sains yang berbeda dan menarik.

Melanie Masriel, Head of Communications L’Oréal Indonesia menjelaskan salah satu mendukung sains ini adalah dengan menghadirkan akun Instagram @TernyataSainsKeren sebagai media untuk terus mensosialisasikan kekuatan sains yang dapat mengubah dunia.

Akun tersebut nanti akan mengangkat profil inspiratif, fakta unik dan informasi sains lainnya sehingga diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi yang akan membuka wawasan masyarakat sehingga lebih mengapreasiasi pentingnya sains.

Tahun ini LGIS menerima lebih dari 50 proposal karya penelitian. Kemudian disaring menjadi 8 finalis yang berkesempatan memamerkan karya mereka di L’Oréal Science Fair.

Lalu delapan tim finalis masing-masing terdiri dari tiga siswi. Mereka tidak hanya presentasi di depan dewan juri, tapi juga didorong untuk bisa menceritakan ide mereka kepada pengunjung yang hadir.

Dewan juri terdiri dari alumni L’Oreal-UNESCO For Women in Science (FWIS). Akhirnya memutuskan SMA Plus Pembangunan Jaya dengan inovasi Three Maskerteens sebagai pemenang pertama. SMA 3 Malang dengan inovasi Smart Bin Model sebagai pemenang kedua. Sedangkan juara favorit yang dipilih melalui online voting di Facebook diraih oleh SMAN 1 Bojonegara dengan total 1.432 likes.

Menarik sekali. Salahsatu tim terdiri Feby Nadya Sabrina, Pavita Ardhani Sugiharto Putri dan Lintang Cahyaning Putri dari SMAN 3 Malang membuat robot pemilah sampah, Smartbin.

Robot tersebut diciptakan untuk  mempermudah Anda memilah sampah. Sampah ini dikategorikan dalam tiga jenis yaitu organik, anorganik (metal dan non-metal) dan sampah lainnya. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.