Kamis, 26 Mei 22

Habib Rizieq Tak Akan Pulang Sebelum Semua Kasusnya DihentIkan

Habib Rizieq Tak Akan Pulang Sebelum Semua Kasusnya DihentIkan
* Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

Jakarta, Obsessionnews.com – Juru bicara Persaudaraan Alumni 212 Habib Novel Bamukmin menyambut baik dikeluarkannya SP3 (Surat Penerbitan Penghentian Perkara) dari Polda Jawa Barat terkait kasus penodaan Pancasila yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.

Namun, ia berharap tidak hanya kasus penodaan Pancasila, tapi semua kasus yang dituduhkan kepada Habib Rizieq diminta untuk dihentikan, yakni kasus pornografi yang ditangani Polda Metro Jaya. Jika tidak, maka sulit bagi Habib Rizieq untuk pulang ke tanah air.

“Jadi tidak cukup untuk Habib Rizieq pulang karena masih ada satu yang SP3, jadi tidak ada yang dikait-kaitkan. Jadi kita melihat nanti,” ujar Bamukmin di Badan Reserse dan Kriminal Polri, Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Bamukmin bersikukuh menyebut kasus-kasus yang menimpa Rizieq Syihab adalah kasus rekayasa dan ia pun mengaku memiliki bukti kasus tersebut adalah kasus rekayasa.

Bamukmin menyebutkan, Rizieq Syihab baru pulang akan pulang bila ada kepastian negara ini menjunjung tinggi supremasi hukum. Caranya adalah menghentikan semua kasusnya.

“Tidak akan pulang karena HRS ini korban yang tidak mau didzalimi atas ketidakadilan yang ada di Indonesia atau arogansi penguasa,” kata Bamukmin.

Kepolisian menghentikan perkara kasus penodaan lambang negara atau Pancasila yang melibatkan Habib Rizieq di wilayah hukum Polda Jawa Barat. Dalam kasus tersebut, Rizieq sudah sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan SP3 kasus ini dikeluarkan sekira bulan Februari hingga Maret. Kasus Rizieq di Jawa Barat tersebut dihentikan karena kurang barang bukti pendukung untuk diprosesnya kasus tersebut.

“Kurang bukti, tidak ada pidana, Nanti saya cek lagi ya,” ujarnya singkat.

Rizieq disangkakan melanggar Pasal 154a KUHP tentang Penodaan terhadap Lambang Negara dan Pasal 320 KUHP tentang Pencemaran terhadap Orang yang Sudah Meninggal. Kasus yang menjerat Rizieq ini dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri. Sukmawati menganggap Rizieq menodai lambang dan dasar negara Pancasila serta menghina Soekarno selaku proklamator kemerdekaan Indonesia dan presiden pertama Indonesia. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.