Sabtu, 28 Mei 22

Habib Rizieq Jadi Bulan-bulanan Fitnah

Habib Rizieq Jadi Bulan-bulanan Fitnah
* Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. (Foto: Sutanto/Obsession Media Group)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Fitnah terhadap para ulama terus dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak suka terhadap ulama dan agama Islam. Salah seorang ulama yang sering difitnah adalah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Rizieq juga menjabat Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

GNPF MUI penggerak massa dari berbagai daerah yang berunjuk rasa di Jakarta yang dikemas dengan nama Aksi Bela Islam. Demonstrasi ini menuntut Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tajahaja Purnama atau Ahok ditangkap dan dipenjara, karena diduga menista agama. Demo itu dipicu oleh ketersinggungan umat Islam atas ucapan Ahok  soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 di sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa (27/9/2016).  Saat itu Ahok mengatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

Aksi Bela Islam jilid 1 digelar pada Jumat (14/10/2016) yang diikuti ribuan orang. Aksi ini populer dengan sebutan Aksi 410. Selanjutnya jumlahnya meningkat menjadi sekitar 3,2 juta orang pada Aksi Bela Islam jilid 2 pada Jumat (4/11/2016). Aksi ini disebut Aksi 411. Kemudian dalam Aksi Bela Islam jilid 3 pada Jumat (2/12/2016) atau disebut Aksi 212 diikuti lebih dari 7,5 juta orang.

Pasca Aksi 212 Rizieq menjadi sasaran tembak oleh pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan unjuk rasa umat Islam itu. Rizieq menjadi bulan-bulanan berita hoax dan fitnah. Yang terbaru Rizieq difitnah dengan beredarnya video rekaman percakapan atau chatting mesum antara pria yang diduga Rizieq dengan wanita bernama Firza Husein.

Beredarnya video chatting mesum tersebut membuat geram tim pengacara Rizieq, Salah seorang pengacara Rizieq, Kapitra Ampera, berencana melaporkan orang-orang yang menyebarkan video tersebut ke Bareskrim Polri.

“Kita sudah menginvestigasi orang ini, lalu kita juga tidak terpancing. Kita hanya mencari orang yang menyebarkan. Kami akan laporkan. Kan ada orang yang melanggar UU ITE. Mau kita laporkan,” kata Kapitra, Senin (30 /1/ 2017).

Kapitra mengungkapkan, tidak mungkin Rizieq menggunakan kata-kata kasar seperti yang terekam dalam video yang beredar. Diyakini suara dalam video bukanlah suara Rizieq.

“Itu kampungan benar. Itu cara-cara yang tidak elegan. Memenangkan suatu pertempuran. Coba bayangkan, Firza dimasukin ke Youtube ada perbincangan dengan Rizieq, masa dia rekam terus dimasukin ke Youtube?. Kenapa dia rekam perbicaraannya?. Itu kan bodoh. Terus dimasukin ke Youtube. Kalau benar dia bicara dengan Rizieq, tentu pembicaraan dengan Rizieq yang dia rekam, orang bisa dengar itu suara Rizieq atau bukan?. Itu kan, testimoni monolog diri. Ini kan enggak logis. Hikmahnya sangat kasar,” kata Kapitra.

Menurut Kapitra, sejak Akksi 411 Rizieq tak menggunakan telepon genggam lagi. Hal itu dikarenakan nomor telepon Rizieq sudah dikloning pihak tertentu.

“Yang pegang telepon hanya istrinya. Kalau mau telepon bisa diangkat ajudannya, tentunya telepon hanya teman-temannya dia,” ujarnya.

Reaksi keras juga muncul dari advokat senior dan Tim Pembela Muslim (TPM) Mahendradatta.  Melalui kicauannya di Twitter Mahendradatta mengecam pihak-pihak tertentu yang membuat berita hoax tentang Rizieq. “Bikin Hoax ttg Hb Rizieq gak kira2,semakin kalian benci semakin kelihatan ambisi kalian yg sama sekali tdk baik unt Rakyat negriku ini,” tulisnya di akun Twitternya, ‏@mahendradatta, Senin (30/1).

Sebelumnya di medsos beredar foto Rizieq yang sedang tergolek sakit bersama seorang pemain film porno yang beragama Kristen. Tidak disebutkan nama aktris itu.

Akun resmi Twitter FPI, Front Pembela Islam ‏@DPP_FPI, membantah foto yang beredar di medsos tersebut. Menurut FPI, foto itu hasil editan. Foto yang sebenarnya adalah Rizieq didampingi seorang pria berkopiah. Lalu foto pria tersebut diganti dengan foto seorang aktris. FPI memposting dua foto tersebut berdampingan.

FPI menuding yang mengedit foto adalah pendukung Ahog, plesetan dari nama Ahok.

“Beginilah jahatnya pendukung Ahog, foto Habib Rizieq yg sdg tergolek sakit diedit seolah sedang bersama perempuan pemain film porno Kristen,” kicau akun ‏@DPP_FPI, Rabu (14/12/2016).

Sebulan sebelumnya Rizieq difitnah dengan beredarnya foto dirinya bersama enam wanita di medsos yang disertai keterangan “Habib Rizieq berlibur bersama ke-enam istrinya”. Rizieq bereaksi keras menuding yang melakukan perbuatan itu adalah pendukung penista agama.

Beginilah jahatnya pendukung Penista Agama. Foto dengan keluarga difitnah sebagai foto bersama enam istri,” tulis Rizieq di akun Twitternya, ‏@syihabrizieq, Minggu (27/11).

Kriminalisasi Ulama  

Selain difitnah, Rizieq juga dikriminalisasi. Polda Jawa Barat menetapkan Rizieq sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan lambang negara, Pancasila, dan pencemaran nama baik Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus mengatakan, status hukum Rizieq ditingkatkan setelah Polda Jabar melakukan gelar perkara ketiga dalam kasus tersebut.

“Dari saksi terhadap Rizieq Shihab kita naikkan (status hukumnya) menjadi tersangka,” kata Yusri saat konferensi pers di Markas Polda Jabar, Senin (30/1) sore.

Sementara itu pengamat politik Network for South East Asian Studies (NSEAS) Muchtar Effendi Harahap mengatakan, kriminalisasi terhadap tokoh politik Islam, ulama, ustad atau habib itu dilakukan karena kekuatan anti Islam politik sesungguhnya tidak rela dan takut kalau kekuatan Islam politik memegang tampuk kekuasaan negara.

“Kekuatan anti Islam politik ini sesungguhnya tidak takut pada Habib Rizieq. Mereka hanya takut dengan kebangkitan kekuatan Islam politik yang terbukti pada aksi bela Islam I, II dan III yang anti komunisme, sekularisme dan neo Nasakom. Fenomena kebangkitan Islam politik ini sangat potensial meminggirkan mereka dari struktur kekuasaan negara ke depan. Habib Rizieq hanya salah satu tokoh yang mereka rekayasa untuk melumpuhkan atau memperlemah kekuatan Islam,” kata Muchtar beberapa waktu lalu.

Kekuatan anti Islam politik tidak ada pilihan lain kecuali melakukan kriminalisasi politik ulama untuk memperlemah.

“Tetapi, pilihan strategis mereka tidak akan berhasil. Salah satu sebabnya, umat Islam politik dalam perjalanan sejarah, semakin ditekan paksa semakin menguat dan membesar,” tandas alumnus  Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, FISIP UGM,Yogyakarta, tahun 1982 ini.

#UmatIslamSiaga1

Terkait kriminalisasi terhadap Rizieq muncul hastag #UmatIslamSiaga1 dan menjadi trending topic di Twitter pada Senin (30/1), dan masih bertahan pada hari ini Selasa (31/1). Para netizen membela tokoh sentral Aksi Bela Islam yang didaulat menjadi Imam Besar Umat Islam Indonesia tersebut.

Berikut kicauan beberapa netizen:

@lanunatuna:  Habib riziq imam besar kami.. menyakiti habib berarti menyakiti kami !!! #UmatIslamSiaga1 #UmatIslamSiaga1

‏@ikhwanbara: #UmatIslamSiaga1 Indonesia sakit, aparat buta keadilan, polisi hanya dijadikan alat, hukum dipermainkan. Umat islam harus bangkit.

‏@CibinongOren: Ulama difitnah dan didiskriminasi, Kami umat islam tidak akan tinggal diam dan akan membela Ulama kami.. #UmatIslamSiaga1

‏@kiswanto_sp: Waspadalah…. !!!!! Jangan Sampai Lengah. Tetap Fokus Pada Kasus Penistaan Al Qur’an Dan Ulama’ Yang Dilakukan Oleh Ahok. #UmatIslamSiaga1

@NhiMungkrJember:  Takkan Mundur sejengkalpun membela ulama karena #UmatIslamSiaga1

‏@AliBasrie:  Harapan dg menahan Habib Rizieq akan menyurutkan semangat juang umat itu SALAH BESAR! #UmatIslamSiaga1

(@arif_rhakim)

Baca Juga:

Rizieq Fenomenal dan Harus Diperhitungkan Pemerintah

Habib Rizieq: Segera Tarik Uang Berlogo Mirip Palu Arit

Proses Hukum Terhadap Habib Rizieq Tebang Pilih

Pengunjuk Rasa Anti Ahok Angkat Habib Rizieq Jadi Imam Besar Umat Islam

Dikriminalisasi, Kekuatan Islam Semakin Besar

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.