Jumat, 27 Mei 22

Habib Rizieq: Insya Allah Aksi Bela Islam 212 Tetap Digelar

Habib Rizieq: Insya Allah Aksi Bela Islam 212 Tetap Digelar
* Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab.
“Walau digembosi di sana-sini, diteror, ditakut-takuti, diancam, web dan medsos diblokir, dll, Insya Allah #AksiBelaIslam212 tetap digelar,” cuit Rizieq di akun Twitternya, @syihabrizieq, Minggu (27/11).

Jakarta, Obsessionnews.com –  Pantang mundur menuntut keadilan. Itulah semangat yang menggelora di hati para pimpinan dan anggota Front Pembela Islam (FPI). FPI bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam lainnya yang tergabung dalam Forum Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI) tetap mendesak polisi memenjarakan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Aksi Bela Islam di Jakarta, Jumat (4/10/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)
Aksi Bela Islam di Jakarta, Jumat (4/10/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com)

Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab mengungkapkan, banyak kader FPI di berbagai daerah yang diteror oleh aparat penegak hukum untuk tidak berangkat ke Jakarta mengikuti Aksi Bela Islam 3 pada Jumat (2/12/2016) mendatang. Aksi 212 merupakan kelanjutan aksi damai jilid 1 yang digelar pada Jumat (4/10) dan aksi damai jilid 2 yang dilaksanakan pada Jumat (4/11). Aksi 411 yang diikuti lebih dari 2 juta orang itu merupakan aksi terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi tahun 1998.

Aksi Bela Islam 2 di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) diikuti lebih dari 2 juta orang, dan merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi 1998.
Aksi Bela Islam 2 di Jakarta pada Jumat (4/11/2016) diikuti lebih dari 2 juta orang, dan merupakan demo terbesar dalam sejarah Indonesia pasca reformasi 1998.

Kendati diancam, kader-kader FPI telah bertekad  bulat tetap akan mengikuti Aksi Bela Islam 212.

Walau digembosi di sana-sini, diteror, ditakut-takuti, diancam, web dan medsos diblokir, dll, Insya Allah #AksiBelaIslam212 tetap digelar,” cuit Rizieq di akun Twitternya, @syihabrizieq, Minggu (27/11).

Intimidasi terhadap para anggota FPI itu dipicu oleh pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Intimidasi terhadap para anggota FPI itu dipicu oleh pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Rencana Aksi Bela Islam 212 tersebut membuat Tito berang. Seakan lupa hidup di era reformasi jenderal bintang empat ini melarang massa untuk berunjuk rasa. Ia beralasan pihaknya tengah memproses kasus Ahok.

“Jika ada demo lagi maka aksi itu diduga punya agenda makar,” kata Tito dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (21/11).

Dan yang mengejutkan Tito menduga aksi 212 memiliki agenda makar. “Jika ada demo lagi maka aksi itu diduga punya agenda makar,” kata Tito dalam konferensi pers  di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan,  Senin (21/11).

Permintaannya agar masyarakat tidak  berdemonstrasi pada 2 Desember diulanginya lagi pada acara istighosah di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (22/11). Soal  adanya isu sekelompok massa yang akan menduduki gedung DPR, Tito mengatakan akan memperketat keamanan. Dia mengaku sudah kerap menjelaskan hal tersebut ke media sehingga tidak perlu menjelaskannya berulang-ulang. “Baca Google saja siapa yang ingin menjatuhkan pemerintah,” terangnya.

Pernyataan Tito yang melarang masyarakat berunjuk rasa itu menuai protes dari anggota  Komisi III DPR Muhammad Syafi’i. Politisi Partai Gerindra ini menilai ucapan Tito Karnavian seperti teroris karena menakuti-nakuti rakyat dengan adanya potensi makar pada Aksi Bela Islam 212.

Politisi Partai Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi’i minta Kapolri Jenderal Tito Karnavian berhenti memfitnah umat Islam.
Politisi Partai Gerindra yang juga anggota Komisi III DPR Muhammad Syafi’i minta Kapolri Jenderal Tito Karnavian berhenti memfitnah umat Islam.

Syafi’i menilai Tito masuk dalam tipe teroris sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Padahal, kata Syafi’i, tuntutan peserta demonstrasi meminta Ahok ditahan sesuai aturan penegakan hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal ini berkaca, kata Syafi’i, dari kasus Lia Aminuddin (Lia Edden) dan Arswendo Atmowiloto yang pada saat itu langsung ditahan sebelum ditetapkan sebagai tersangka, karena melanggar Pasal 156a KUHP terkait penodaan agama.

Syafi’i menduga Kapolri Tito Karnavian sedang memutarbalikkan fakta terkait aksi 212, guna bisa melakukan tindakan represif kepada peserta aksi dengan potensi makar.

“Ucapan Kapolri itu menimbulkan ketakutan, itu sama saja seperti teroris. Padahal yang demo itu hanya minta hukum ditegakkan. Berhenti memfitnah umat Islam, dan berhenti memutarbalikkan fakta,” kata Syafi’i, Selasa (22/11).

Meme Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyuruh kelompok yang akan makar di mesin pencari Google.
Meme Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyuruh kelompok yang akan makar di mesin pencari Google.

Desakan agar Tito mundur dari jabatannya dan Ahok dibui menjadi viral di media sosial (medsos). Tagar #CopotTitoBuiAhok menjadi trending topic di Twitter wilayah Indonesia pada Rabu (23/11).  Selain itu beredar sejumlah meme terkait Tito menyuruh mencari kelompok yang akan makar di mesin pencari Google. (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Habib Rizieq Difitnah Liburan Bersama Enam Istri

Habib Rizieq: Negara Tidak Boleh Kalah Oleh Penista Agama

Panglima TNI Sebut Ketua FPI Jadi Korban Propaganda AS dan Australia

Hasyim Muzadi: Demo 411 Bukti Kekuatan Dahsyat Al-Quran

Komisi III DPR: Ucapan Kapolri Bernada Provokatif

Makar, Maklumat Kapolri, Eh… Google!

PKS: Tuduhan Makar, Kapolri Diminta Jangan Asal Ngomong

Aksi Damai Dianggap Teroris, Kapolri Resahkan Masyarakat

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.