Jumat, 27 Mei 22

Habib Rizieq dan Munarman Dipolisikan, Pasal Hina Presiden

Habib Rizieq dan Munarman Dipolisikan, Pasal Hina Presiden
* Surat panggilan untuk Habib Rizieq Shihab dari Kepolisian, Senin (21/11/2016)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Habib Rizieq Shihab dan Korlap Aksi Bela Islam, Munarman, Senin (21/11/2016), mendapat surat panggilan dari kepolisian atas tuduhan menghina Presiden Jokowi pada saat Aksi Bela Islam 4 November lalu.

Surat panggilan dari Kepolisian, Senin (21/11/2016), untuk Munarman,
Surat panggilan dari Kepolisian, Senin (21/11/2016), untuk Munarman.

Habib Rizieq Shihab mendapat surat panggilan bernomor S.Pgl/21335/XI/2016/Ditreskrimum, sementara Munarman mendapat bernomor S.Pgl/21334/XI/2016/Ditreskrimum. Keduanya dituding melanggar Pasal 207 KUHP tentang Penghinaan terhadap Penguasa.

Munarman pun menganggap hal ini merupakan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. “Kezaliman dan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. Kasus Ahok dilambat-lambatin (sementara) ulama dan aktivis dikriminalisasi dengan cepat,” ujar Munarman kepada JITU Islamic News Agency melalui pesan Whatsapp pada Senin (21/11) sore.

Surat panggilan tersebut meminta Munarman dan Habib Rizieq datang ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Kamis, 24 November 2016 untuk diperiksa dan didengar keterangannya. Surat yang dibuat oleh AKBP Fadli Widiyanto selaku penyidik itu dikirimkan ke Kantor DPP FPI di Jalan Petamburan.

Pasal 207 KUHP yang dituduhkan pada Munarman dan Habib Rizieq berpotensi membuat keduanya mendekam di tahanan paling lama setahun enam bulan. Berikut isi pasal 207 dalam KUHP: “Barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina suatu penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.” (*/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.