Selasa, 30 November 21

H+4 Lebaran, Pekalongan-Batang Macet Hingga Malam

H+4 Lebaran, Pekalongan-Batang Macet Hingga Malam

Semarang, Obsessionnews – Hari Selasa (21/7/2015) terbukti menjadi puncak arus balik Lebaran tahun ini. Sebagaimana prediksi Ketua Regu III Posko Induk Dishubparbud Kota Pekalongan, M Rofikin, saat dihubungi awak media, Senin (20/7/2015).

“Puncaknya kami perkirakan terjadi mulai nanti malam (Senin) hingga besok pagi (Selasa). Tren hari-hari puncak mudik tidak akan jauh berbeda dibandingkan tahun kemarin,” tuturnya.

Data traffic count Posko Induk Dishubparbud Kota Pekalongan menyebutkan, sebanyak 61.150 kendaraan melewati jalur pantura, Kota Pekalongan ke arah Jakarta pada H+2. Jumlah ini melonjak tajam di hari sebelumnya yang hanya mencapai 43.674 kendaraan.

Sedangkan pada Senin tercatat sebanyak 23.768 kendaraan melintas yang didominasi kendaraan pribadi 12.428 dan sepeda motor 10.287 unit dari pukul 07.00 hingga 14.00 WIB.

macet2

Pantauan obsessionnews.com, kemacetan terjadi di beberapa titik seperti Kabupaten Batang dan Kota/Kabupaten Pekalongan. Di Kabupaten Batang antrean kendaraan mengular di sepanjang jalan Panglima Sudirman hingga ke tengah kota. Pada pukul 12.00 WIB, penumpukan kendaraan terlihat sampai Alun-alun Batang.

Pengemudi harus ekstra sabar mengingat banyaknya persimpangan yang dibuka untuk melintas dari arah utara dan selatan dalam kota, seperti Kalisari, Alun-alun, Gajahmada, hingga pertigaan Sambong.

Salah seorang pemudik, Kurniawan sempat kegerahan dan berulang kali berhenti untuk melepas lelah karena macetnya jalan. “Saya mau ke Tasikmalaya ini, dari Kudus. Lumayan macet waktu mau masuk Pekalongan,” terangnya sambil melepas lelah di pinggir jalan.

Menurutnya, kebanyakan para pemudik sepeda motor menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk melewati kota Batang. Kecepatan rata-rata kendaraan roda dua saat melintasi Kabupaten Batang mencapai 10 kilometer perjam. Sedangkan ketika memasuki kota Pekalongan, banyak dari mereka menurunkan kecepatan hingga 5 kilometer/jam.

macet3

Hal berbeda dirasakan pemudik yang mengendarai mobil. Ari, pegawai asal Magelang menceritakan, ia terpaksa harus berjalan sekitar 1-5 kilometer/jam karena arus lantas yang begitu padat.

“Tadi di Batang saya coba cari alternatif, lumayan cepet lewat samping kota Batang. Nih langsung tembus perbatasan Pekalongan-Batang,” tuturnya kepada obsessionnews.com.

Memang terdapat sejumlah jalur tikus tersedia saat memasuki wilayah Batang. Pengemudi dapat melalui sebelum Rumah Sakit Qim, berbelok kiri melalui Jalan Sadewa. Dari situ, pemudik menuju arah selatan yang tembus ke area saluran irigasi Sambong dan terus menuju SMA 1 Batang.

Kemudian pengendara bakal diarahkan ke Jalan Dr Wahidin di samping kota Batang. Setelah itu, berbelok kanan melalu Jalan Warungasem dan mengarah langsung ke kota Pekalongan.

Memasuki kota Pekalongan, rangkaian kendaraan semakin tertumpuk hingga malam pukul 00.00 WIB, Selasa (21/7/2015). Dari pengamatan, sejak pagi antrian pemudik sudah merajai jalanan utama kota Pekalongan.

Kemacetan ini diindikasi karena sejumlah pemudik yang berhenti di pusat pembelanjaan batik sepeti Pasar Grosir Batik Setono dan Internasional Batik Centre. Kemacetan mulai terurai menjadi padat merayap ketika kedua pusat pembelanjaan tersebut selesai beroperasi.

Terdapat jalur tikus yang dapat dilalui pemudik untuk menghindari kemacetan Kota Pekalongan dengan berbelok kiri dari jalan pantura Urip Sumoharjo menuju daerah Pekajangan yang diteruskan ke Kedhungwuni.

Dari Pekajangan ke Kedhungwuni, pemudik harus melewati jembatan darurat yang tersedia di sekitar jembatan rusak. Mulai Kedhungwuni, pemudik langsung menuju wilayah desa Gejlik, tembus di jalan pantura daerah Wiradésa dan melanjutkan perjalanan ke Jakarta. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.