Senin, 17 Januari 22

H-5 Pemudik di Terminal Cicaheum Hanya 850 Orang

H-5 Pemudik di Terminal Cicaheum Hanya 850 Orang
* Suasana arus mudik

Bandung, Obsessionnews – Pada hari ‘H-5’ Idul Fithri 1436 H pemudik di terminal Cicaheum Bandung tercatat hanya 850 penumpang. Demikian dijelaskan Kepala Terminal Cicaheum Bandung Abdul Haris, Minggu (12/7/2015). Menurut Haris pemudik ini masih normal seperti halnya hari biasa.

Haris juga memprediksi puncak arus mudik dari kota Bandung akan terjadi pada H-3 atau hari Selasa 14 Juli mendatang. Pasca penetapan 58 orang awak bis bebas zat adiktif Jumat dua hari lalu belum ada hal yang mengkhawatirkan bagi para pemudik seperti kebut-kebutan atau  kecelakaan lalu lintas akibat sdm yang buruk.

“Ya kita semua tidak berharap ada kecelakaan atau gangguan kenyamanan bagi pemudik, ” tandas Haris.

Menurut Haris, seluruh sopir Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) yang dinyatakan bebas dari penggunaan narkoba, minuman keras dan zat adiktif lainnya pada tes urin yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan Dinas Kesehatan Jabar seharusnya mengajak awak lainnya untuk tidak menggunakannya.

“Dengan dinyatakan layak untuk membawa pemudik di H-5 ini, seharusnya mereka para awak  terus menjaga kondisinya sehingga mengangkut pemudik dengan nyaman” tandas Haris.

Pihak Terminal Cicaheum juga menghimbau agar para pengusaha Bis ikut berpartisipasi agar saling mengingatkan jangan sampai pengemudinya meminum minuman keras kemudian  membawa pemudik. Pemudik ke arah Timur dari kota Bandung, sekitar 2000 orang pada Jumat lalu namun hari ini kembali berkurang.

“Jumlah ini normal sama dengan hari-hari biasa, belum ada peningkatan meskipun lima hari lagi menjelang Lebaran,” imbuhnya.

Terminal Cicaheum merupakan terminal paling sibuk di kota Bandung yang melayani trayek wilayah timur, seperti Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Cilacap, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara untuk arus balik nanti terminal yang disibukan dengan penumpang adalah terminal Lewipanjang Bandung yang menjadi pusat armada ke arah Barat dari kota Bandung.

Masih menurut Haris, armada yang disiapkan untuk arus mudik sebanyak 278 armada dengan rincian Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) 155 armada dan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) sebanyak  123 armada dengan persiapan penambahan bis Damri sebanyak 20 armada apabila terjadi lonjakan arus mudik.

Dari pantauan di lapangan sejumlah bis ke arah timur, seperti tujuan Garut, Sumedang, Tasikmalaya, Pangandaran, Bumiayu, Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah dialihkan ke ruas jalan Rumah Sakit Gedebage Bandung Timur untuk melanjutkan ke arah jalan Soekarno-Hatta sampai lurus terus ke arah Cileunyi, jatinangor, Sumedang, Cirebon ataupun ke arah Selatan seperti ke Tasikmalaya, Banjar, Pangandaran, jateng dan Jatim,  sehingga tidak diperbolehkan melintasi pasar Ujungberung yang kerapkali terjadi kemacetan akibat pasar tumpah terlebih di pagi hari.(Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.