Kamis, 20 Juni 24

Guru Madrasah Dibekali Moderasi Beragama

Guru Madrasah Dibekali Moderasi Beragama
* Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Fikih Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kegamaan (MA/MAK) di Tangerang, Banten, 18-20 Februari  2021. (Foto: Kemenag)

Tangerang, obsessionnews.com – Dalam rangka penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Kementerian Agama (Kemenag) membekali guru madrasah dengan pemahaman wasathiyah.

 

Baca juga:

Menag Niai Ustaz Das’ad Cocok Dijadikan Ikon untuk Gaungkan Moderasi Beragama

PP Muhammadiyah Dukung Kebijakan Polri, Moderasi Beragama Hingga Pendekatan Humanis

Aktivis Mahasiswa PTKI Peroleh Materi Penguatan Moderasi Beragama

 

Salah satu upaya itu dengan membekali para guru tentang  “Wasathiyah dalam Perspektif Fikih dan Ushul Fikih”. Materi ini disampaikan KH Ahmad Ishomuddin dari PBNU dalam Workshop Pengembangan Kompetensi Guru Fikih Madrasah Aliyah/Madrasah Aliyah Kegamaan (MA/MAK).

Dikutip obsessionnews.com dari situs Kemenag, Sabtu (20/2/2021), workshop berlangsung tiga hari, 18-20 Februari di Tangerang, Banten. Kiai Ishom mengawali paparannya dengan menjelaskan dua makna wasathiyah. Pertama, wasathiyyat al-ummah (moderasi bagi umat) yang mengandung arti keadilan, kebaikan, dan integritas. Ketiganya adalah hal yang pantas bagi umat Islam dan menjadikannya layak menjadi saksi bagi alam semesta.

Kedua, wasathiyyat al-fardi (moderasi bagi individu) yang mengandung makna bersikap sedang dalam setiap urusan dengan cara memilih yang paling utama, terbaik, dan yang lebih adil. Dari dua pengertian ini, Al-wasathiyyah berarti sifat baik dan sifat utama, setiap sifat “tengah-tengah” selalu dibersamai oleh kebaikan, sehingga menjadi sesuatu yang utama.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.