Minggu, 23 Januari 22

Guntur Soekarno Nilai Teman Ahok Militan

Guntur Soekarno Nilai Teman Ahok Militan
* Guntur Soekarnoputra.

Jakarta, Obsessionnews – Di antara kelima anak Bung Karno dari pernikahannya dengan Fatmawati, hanya Guntur Soekarnoputra yang jarang tampil di depan publik. Dan di antara kelima anak Presiden pertama RI itu hanya Guntur yang kini tidak terjun di pentas politik.

Putra sulung Bung Karno ini pernah menjadi juru kampanye (jurkam) Partai Nasional Indonesia (PNI) pada Pemilu 1971, yang merupakan pemilu pertama di era Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto. PNI adalah partai yang didirikan ayahnya. Saat itu gaya berpidato Guntur mirip sang ayah, mampu membakar semangat massa.

Namun, hanya sekali Guntur tampil sebagai jurkam. Lalu ia dicekal oleh penguasa Orba. Rezim Orba khawatir PNI memenangkan pemilu jika Guntur diberi keleluasaan tampil di publik sebagai jurkam. Rezim Orba punya kepentingan yang harus menang adalah Golkar.

Penampilannya pada Pemilu 1971 merupakan yang pertama dan terakhir di dunia politik. Sejak itu Guntur dan saudara-saudaranya menjauhi dunia politik. Pada 1987 keluarga Bung Karno kembali berkecimpung di dunia politik. Megawati dan Guruh bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDI), yang merupakan kelanjutan dari PNI, dan tampil sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 1987. Sebenarnya ketika itu PDI juga meminang Guntur, tapi Guntur menolak.

Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun tumbang pada 21 Mei 1998. Setelah jatuhnya Soeharto, bermunculan banyak partai. Beberapa partai di antaranya meminta Guntur menjadi ketua umum atau penasihat. Namun, ia menolak. Dan ia tetap konsisten tak berpolitik praktis hingga kini.

Banyak yang tidak tahu apa kegiatan Guntur dan mengapa ia emoh terjun di dunia politik. Kendati enggan menjadi politisi, bukan berarti Guntur tidak peduli pada perkembangan politik di dalam negeri dan mancanegara.

Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah gerakan relawan Teman Ahok yang mengumpulkan sejuta KTP untuk mendukung Ahok, panggilan akrab Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, maju di Pilkada DKI 2017.  Guntur minta Ahok memperhatikan Teman Ahok.

Guntur menyampaikan pesan tersebut saat bertemu Ahok dalam acara haul almarhum Taufiq Kiemas di kediaman Megawati Soekarnoputri, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/6).

Guntur, kata Ahok, menilai Teman Ahok itu pemuda-pemuda yang militan dan revolusioner. “Kamu harus perhatikan betul Teman Ahok itu. Itu nasehat beliau (Guntur),” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (9/6).

Ahok menuturkan, Teman Ahok mengingatkan Guntur saat masih aktif di organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Soekarno pernah meminta Guntur  mengumpulkan 1.000 pemuda militan.

“Kamu kumpulkan semua yang muda-muda itu. Kalau mengumpulkan 1.000 orang tua waktu hanya habis buat mimpi. Tetapi, kalau kamu kumpulkan sepuluh pemuda saja yang revolusioner, kamu akan mengguncang dunia,” ujar Ahok meniru ucapan Guntur. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Pendiri Teman Ahok Bantah Anak Politisi PDI-P

Amalia Difitnah Bukan Pemeluk Islam

Waspadai KPUD yang Berpotensi Gagalkan Calon Independen

UU Pilkada Ganjal Ahok-Heru

Bukan Teroris, Mengapa Singapura Tangkap Duo Pendiri Teman Ahok?

Teman Ahok Larang Habiburokhman Terjun dari Monas

Golkar Ingin Kadernya Dampingi Ahok

Hasil Survei Golkar: Ahok Raih Peringkat Pertama

Wow! Ahok Disebut Pemimpin ‘Bajingan’

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.