Rabu, 20 Oktober 21

Gunakan Uang Rakyat, Suntikan Dana PMN BUMN Terancam Mundur

Gunakan Uang Rakyat, Suntikan Dana PMN BUMN Terancam Mundur

Jakarta, Obsessionnews – Ingin gali program Penyertaan Modal Negara (PMN) secara lebih dalam lagi, Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad menyatakan adanya kemungkinan pengunduran penyaluran anggaran untuk beberapa perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang diusulkan oleh pemerintah.

“Bisa malah kemungkinan kita undur di APBN (Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara) tahun 2016, karena nanti dibahas di pertengahan tahun,” kata dia kepada wartawan di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (6/2/2015).

Menurut dia, pembahasan penyaluran PMN harus dilakukan dengan hati – hati karena menyangkut pertanggungjawaban uang rakyat. Oleh karenanya ia berharap pemerintah tidak terlalu terburu – buru dalam menganggarkannya. “Sebaiknya jangan diburu-buru karena ini uang panas dan uang rakyat,” tambah dia.

Pihaknya mengaku akan membicarakan lagi kinerja keuangan beberapa perusahaan BUMN yang sebelumnya sempat dilaporkan bermasalah oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
.
“Saya kira nanti kita akan bahas lagi mana yang terbaik. Kita lihat ini sebagai masalah susah. Ini bola panas,” ujar Fadel.

Sebelumnya, pemerintah melalui menteri BUMN Rini Soemarno sempat mengajukan penyuntikan PMN bagi 35 perusahaan BUMN dengan total penambahan modal mencapai Rp48,01 triliun.

Namun menurut laporan BPK, dari beberapa perusahaan yang diajukan tersebut terdapat beberapa perusahaan yang belum menyelesaikan sejumlah permasalahan disamping beberapa lainnya sudah menjadi perusahaan publik.

Karenanya Fadel merasa keberatan juka dana PMN yang jumlahnya mencapai Rp72,9 triliun diberikan kepada mereka semua. Menurut dia dana tersebut akan lebih bermanfaat jika dialokasi ke sektor riil yang dirasakan langsung oleh masyarakat seperti PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). (Kukuh Budiman)

Related posts