Minggu, 17 Oktober 21

Gubernur Sumut Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

Gubernur Sumut Penuhi Panggilan Pemeriksaan KPK

Jakarta, Obsessionnews – Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Tata Usaha Negara, Medan.

Pantauan Obsessionnews, Gatot tiba di gedung KPK, Jaksel, sekitar pukul 09.35 WIB dengan didampingi pengacaranya, Razman Arif Nasution. Meski dihadapan pertanyaan oleh para wartawan, Gatot tidak berkomentar. Dia langsung bergegas masuk ke ruang loby sembari ‘melempar’ senyum.

“Pemeriksaan Gubernur sebagai saksi, untuk melengkapi atau untuk memperkuat pembuktian yang telah kami peroleh dari saksi-saksi lainnya,” kata Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, saat dikonfirmasi, Rabu (22/7/2015).

Hari ini merupakan panggilan kedua bagi Gatot dalam kasus dugaan suap PTUN Medan. Pada panggilan 13 Juli lalu, dia mangkir tanpa memberi alasan ke lembaga antikorupsi. Menurut Kabag Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha orang nomor satu di Sumut itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka M. Yagari Bhastara Guntur alias Gery.

“Pak Gatot Pujo akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MYB,” kata Priharsa.

Nama Gatot masuk dalam daftar pencegahan bepergian ke luar negeri yang diajukan KPK ke Direktorat Jenderal Imigrasi, Kemenkumham bersama dengan lima orang lain yaitu Julius Irawansyah Mawarji, Yulinda Tri Ayuni, Yeni Oktarina Misnan, OC Kaligis dan Evi Susanti yang disebut-sebut sebagai istri Gatot.

Gatot diduga kuat mengetahui banyak soal tindak pidana suap terhadap para hakim di PTUN, Medan. Di sisi lain, KPK terus menelusuri dari mana sumber suap ini berasal. Lembaga antikorupsi berkeyakinan, uang yang ditemukan bukan berasal dari Gerry.

Dari hasil pengembangan, KPK kemudian menetapkan OC Kaligis sebagi tersangka. Dia diduga melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a dan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2010 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHPIdana.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus ini yaitu Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro (TIP), anggota majelis hakim Amir Fauzi (AF) dan Dermawan Ginting (DG), panitera/Sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan (SY) sebagai penerima suap serta M Yagari Bhastara Guntur (MYB) alias Gerry sebagai tersangka pemberi suap.

Selain Kaligis, kelimanya ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di PTUN Medan pada 9 Juli 2015 dan mengamankan uang 15 ribu dolar AS (sekitar Rp195 juta) dan 5 ribu dolar Singapura (sekitar Rp45 juta) di kantor Tripeni.

Tindak pidana korupsi itu terkait dengan gugatan ke PTUN Medan yang dilakukan oleh mantan Kepala Biro Keuangan Pemerintah Provinsi Sumut Ahmad Fuad Lubis atas terbitnya sprinlidik (surat perintah penyelidikan) dalam perkara penyalahgunaan dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2012, 2013 dan 2014. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.