Sabtu, 18 September 21

Gubernur Muslim Dihina, Ini Kejadiannya!

Gubernur Muslim Dihina, Ini Kejadiannya!

Jakarta, Obsessionnews.com – Wah, keterlaluan! Seorang warga Keturunan Cina menyebut Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi sebagai “Tiko” alias tikus kotor. Gubernur yang juga tokoh muslim ini dihina, dilecehkan dan dicaci maki oleh WNI keturunan yang bernama Steven Hadisurya Sulistyo saat di Bandara Changi, Singapura.

Majdi dicaci dengan kata-kata kasar dan kotor oleh salah satu penumpang non muslim berketurunan Cina bernama Steven Handisurya Sulistyo saat melakukan check-in di counter Batik Air Bandara Changi, Singapura pada Minggu (9/4/2017).

Saat kejadian tersebut, Steven Handi Surya mencaci maki Gubernur NTB dengan perkataan kotor seperti ‘tiko’ yang berarti tikus kotor. Steven Handisurya di laman facebook-nya mengaku alumni USC Marshall School of Business Los Angeles, California dan alumni Sekolah Katolik Tunas Muda International School Jakarta.

Gubernur Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) ini merupakan seorang hafidz Qur’an 30 juz ini mengaku telah memaafkan perilaku kasar warga keturunan Cina tersebut.

“Saya udah maafkan, tak perlu diperjelas kembali,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/4).

Sebelumnya pelaku sempat enggan meminta maaf atas perkataan kasarnya tersebut.

“Sebelumnya ia bersikeras gak mau, namun akhirnya dijadikan pembelajaran aja,” jelasnya.

Namun akhirnya pelaku membuat surat pernyataan permintaan maaf pada hari itu di Bandara Soekarno Hatta sehingga Majdi tidak memperpanjang insiden itu.

“Saya udah pegang surat permohonan maafnya. Dalam itu terlihat bahwa menjaga perkataan itu sangatlah penting. Republik ini dibentuk dengan nilai-nilai yang baik serta dengan toleransi. Jadi tak perlu diperpanjang, apalagi dengan nuansa yang sensitif,” ujar Majdi.

Berikut transkrip kejadian yang dijelaskan oleh Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) kepada penanya (N). Percakapan tersebut diunggah oleh salah satu netizen bernama Syamsul Maarif Ab di laman Facebook-nya pada Kamis (13/4):

Ijin sharing kejadian menimpa Gub muslim kebanggan kita Dr Tuan Guru Bajang (NTB) al Hafidz. Dia dilecehkan seorang bernama Steven Hadisurya Sulistyo, diawali salah paham antrian di Bandara Changi, Singapura. Ybs terus memaki2 bahkan setelah tahu TGB seorang Gubernur. Luar biasa penghinaannya, terutama umpatan kotor mereka thdp pribumi yaitu “tiko”

Siapa yang merusak NKRI?

N: Tuan Guru Bajang, gmn cerita kejadian itu?

TGB: Tendensi rasis Pak.

N: Betul. Tp jk boleh tau gmn kejadiannya?

TGB: Saya dan istri sdg antri, lalu ada rombongan kecil mengaku mengantri sebelumnya marah2. Kami mengalah lalu pindah lane, terus diumpat-umpat.
Ada sekelompok orang yg makin sombong di Republik ini Pak. Mereka pikir uang bisa membeli segalanya.

N: Maksudnya mrk sdh antre duluan?

TGB: Nggak Pak. Saya dan Istri datang duluan. Mereka nggak ada.

N: Terus?

TGB: Kami antri, saya keluar antrian ke salah satu petugas utk tanya info penerbangan , istri tetap di jalur antrian. Mereka datang belakangan. Saya balik gabung istri mereka ngamuk. Mereka pikir itu bukan istri saya awalnya. Malu mungkin lalu mengumpat-umpat. Kami mengalah pindah antrian masih terus diumpat. Saya adukan ke polisi setiba di jakarta.

Saya memutuskan mengadu setelah mengetahui arti kata “tiko”. Rupanya mereka punya sebutan yang sangat merendahkan pribumi.

N: Apa itu tiko?

S: Tiko : Tikus Kotor ?
Atau : Anjing Tanah.

M: Oalah

TGB: Di polres bandara pun mereka masih mengintimidasi petugas.

N: Bgmn intimidasinya?

TGB: Teriak-teriak di dalam kantor sampai kemudian diusir keluar oleh seorang petugas.

A: Apa mereka gak tahu jika abangda adalah seorang Gunernur?

TGB: Setelah tahu pun tak berkurang arogansinya. Saya mmebayangkan bagaimana mengenaskannya saudara2 kita yg kebetulan bekerja pada mereka. Sebutan ‘tiko’ kepada pribumi bermakna sangat kasar. ‘Ti’ artinya babi, dan ‘ko’ artinya anjing. Jadi kalau ada yang memanggil orang pribumi dengan sebutan ‘tiko’, itu sudah sangat kasar dan sangat menghina sekali. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.