Senin, 3 Oktober 22

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan
* Ahman Heryawan.

Dua kali terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat sudah membuktikan betapa berpengaruhnya Ahmad Heryawan (Aher) di mata rakyat Pasundan. Ini juga tak lepas dari fakta Aher memasok banyak prestasi selama kepemimpinannya.

Tampilnya alumni LPIA dan IPB ini sebagai sosok paling berpengaruh di Jawa Barat (Jabar) tentu tak lepas dari kepiawaiannya mengelola Jabar selama dua periode kepemimpinannya.

Prioritas pada pendidikan terjangkau, sejuta lapangan kerja, kesehatan masyarakat, perbaikan ekonomi masyarakat, dan pembenahan infrastruktur adalah misi pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 19 Juni 1966 ini. Dan, itu terlihat secara faktual saat ini.

Ada beberapa indikasi keberhasilan yang dicapai atas program kerjanya. Di antaranya indikator angka kemiskinan yang berhasil ditekan pada kuran waktu satu tahun terakhir.

Angka kemiskinan di Jabar yang pada 2015 mencapai indeks 9,57 persen, atau lebih kecil dari nilai angka kemiskinan nasional. Pada 2016 ini Pemprov Jabar juga berhasil menurunkan lagi menjadi 8,95 persen.
Selain itu, indek ratio juga turun dari 0,415 ke angka 0,413. Meski penurunan tersebut kecil, namun itu dihitungan trilun. Maka cukup bermakna jika dijabarkan.

Sedangkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) juga terjadi peningkatan sebesar 0,53 persen pada 2015 sementara tahun 2016 mengalami lonjakan cukup tinggi dengan nilai 5,76 persen. Kenaikan LPE ini merupakan paling tinggi di pulau Jawa dibandingkan Provinsi Jatim, dan Jateng bahkan provinsi DKI sekalipun.

Buah kerja Aher selama dua periode itu tentu sangatlah ‘manis’. Tak heran jika survey yang dilakukan lembaga survey Poltracking belum lama ini, mendapatkan data bahwa masyarakat Jawa Barat puas terhadap kinerja Ahmad Heryawan. Persentase kepuasannya mencapai 64,26%. Secara kuantitatif, angka kepuasan relatif tinggi karena berada di atas 50%. Penilaian masyarakat terhadap kinerja Pemprov Jabar itu dilakukan Poltracking Indonesia melalui survei yang dilakukan 18-24 Mei 2017.

Tak heran jika selama kepemimpinannya ia berhasil meraih sejumlah penghargaan. Tentu, yang paling prestisius tentunya dinobatkannya Pemerintahan Provinsi Jabar sebagai provinsi berkinerja terbaik secara nasional untuk kedua kalinya. Penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah itu diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang mewakili Presiden RI Joko Widodo.

Penghargaan itu diberikan tak lain karena program-program inovasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang telah diterapkan di Jabar berjalan sukses. Seperti tiga aplikasi pelayanan publik yang baru-baru ini telah diadopsi oleh 17 provinsi di Indonesia dan menjadi pilot project KPK dalam pencegahan tindak korupsi yakni pelayanan perizinan terpadu satu pintu, aplikasi sasaran kinerja pegawai (SKP) online berbasis tunjangan perbaikan penghasilan pegawai dan aplikasi e-samsat.

Pemerintah sendiri menilai keberhasilan itu menjadi pertanda sudah berjalannya koordinasi efektif terhadap seluruh proses pembangunan di daerah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. (Rud)

Artikel ini dalam versi cetak dimuat di Majalah Men’s Obsession edisi Agustus 2017

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.