Senin, 13 Juli 20

Gubernur Jateng Larang Warganya Konsumsi Daging Anjing, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?

Gubernur Jateng Larang Warganya Konsumsi Daging Anjing, Apa Bahayanya Bagi Kesehatan?
* Anjing. (Foto: I News)

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur Jawa Tengah  (Jateng) Ganjar Pranowo telah menginstruksikan pemerintah daerah di wilayah Solo Raya untuk menerapkan larangan konsumsi daging anjing. Intruksi itu muncul setelah ada laporan warga mengenai 13.700 ekor anjing yang dibantai untuk dimakan.

Bagi sebagian orang daging anjing masih menjadi salah satu daging yang kerap menjadi santapan makanan. Padahal sesuai Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyebutkan, bahwa anjing tidak termasuk hewan yang bisa dikonsumsi karena bukan merupakan sumber hayati produk peternakan, pertanian, atau sejenisnya.

Pemerintah tentu punya alasan sendiri mengapa, anjing tidak termasuk hewan yang layak untuk dimakan. Bahkan bagi umat Islam memakan daging anjing dan babi jelas diharamkan sesuai dengan ketentuan syariat. Lantas apa sih bahayanya makan daging anjing bagi kesehatan:

Daging anjing ternyata memiliki kandungan natrium yang tinggi sehingga tidak bagus bagi kesehatan tubuh manusia.

“Kandungan natrium yang tinggi dapat memicu tekanan darah tinggi,” ujar ahli gizi klinis, Saptawati Bardosono, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019)

Tak hanya natrium yang tinggi, bahaya lain jika mengkonsumi anjing adalah penyakit rabies.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Radbound University Medical Center pada 2009 menemukan bahwa kontak langsung, seperti memotong anjing dan kucing yang tidak mendapatkan vaksin, berisiko menularkan rabies.

Daging anjing juga menyimpan banyak bakteri. Ada banyak penyakit dan infeksi lain yang disebabkan oleh kebiasaan konsumsi daging anjing. Mengutip One Green Planet bakteri yang menyebabkan kolera juga dapat dengan mudah disebarkan melalui kebiasaan konsumsi daging anjing.

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jean-Marc Olive pernah mengingatkan bahwa kebiasaan konsumsi daging anjing dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri hingga 20 kali lipat. Trichinellosis adalah salah satu parasit yang dapat dengan mudah ditularkan dari anjing ke manusia. Penularan terjadi melalui konsumsi anjing yang terinfeksi.

Pada manusia, parasit ini dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah. Jika tidak diobati, penyakit ini dapat berakibat fatal.

Terakhir soal resistensi antibiotik. Tak sedikit peternak yang menggunakan antibiotik dan vaksin untuk menangkal penyebaran penyakit pada anjing.

Masuknya antibiotik ke dalam tubuh anjing menjadi ancaman bagi manusia yang mengonsumsinya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Review of Antimicrobial Resistance memprediksi, sebanyak lebih dari 10 juta nyawa akan hilang pada 2050 akibat resistensi antibiotik jika tak ada langkah pasti untuk mengatasinya.

Meski tak menjadi satu-satunya yang jadi pemicu, kontribusi daging anjing tetap harus menjadi perhatian. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.