Jumat, 7 Agustus 20

Gubernur Baru DKI Harus Jadikan Komunikasi dan Informatika Urusan Penting

Gubernur Baru DKI  Harus Jadikan Komunikasi dan Informatika Urusan Penting

Oleh: Muchtar Effendi Harahap, Peneliti Senior Network for South East Asian Studies (NSEAS), dan alumnus Program Pascasarjana Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1986

 

Urusan komunikasi dan informatika menjadi urusan penting dalam pembangunan di Jakarta. Kemajuan tekhnologi komunikasi dan informatika dalam era globalisasi sekarang ini mempermudah baik waktu maupun ruang memecahkan permasalahan pemerintahan dan rakyat DKI.

Dengan kemajuan tekhnologi ini tentu juga mempermudah reformasi birokrasi (RB) atau penyebab prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Namun, harus disadari paling penting adalah perubahan mindset atau pola pikir dari suka dilayani menjadi suka melayani publik. Inilah salah satu prinsip dasar RB.

Salah satu urusan pemerintahan DKI yakni komunikasi dan informatika. Sejauh mana prestasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta 2013-2017 dalam melaksanakan urusan komunikasi dan informatika? Inilah data, fakta dan angka parameter penyerapan anggaran APBD urusan komunikasi dan informatika.

Pada 2013, Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Gubernur Jokowi, anggaran urusan komunikasi dan informatika alokasi APBD sebesar Rp. 133,8 miliar. Sedangkan total penyerapan mencapai Rp. 111,6 atau 83,42 %. Angka 83,42% ini menunjukkan Pemprov DKI gagal mencapai target alokasi APBD. Kondisi kinerja Jokowi tergolong buruk.

Pada 2014 alokasi APBD urusan komunikasi dan informatika sebesar Rp. 267,4 miliar. Total penyerapan Rp. 185 miliar atau 69,17%. Era Gubernur Ahok menunjukkan semakin gagal mencapai target alokasi APBD. Kondisi kinerja Ahok tergolong lebih buruk.

Pada 2015 masih era Ahok, capaian realisasi anggaran alokasi APBD urusan komunikasi dan informatika hanya sedikit berbeda dibandingkan capaian 2014. Rencana alokasi APBD Rp. 308,8 miliar. Total penyerapan Rp. 215,3 miliar atau 69,72%. Hal ini menunjukkan Ahok masih gagal mencapai target alokasi APBD 2015 urusan komunikasi dan informatika. Kondisi kinerja Ahok juga tergolong lebih buruk.

Pada dasarnya Pemprov DKI juga gagal berdasarkan parameter tingkat penyerapan anggaran APBD urusan terkait. Kondisi kinerja tergolong lebih buruk.

Salah satu program bidang komunikasi dan informatika adalah komunikasi, data dan opini publik. Khusus opini publik bermakna kegiatan respons Pemprov DKI terhadap opini publik baik negatif maupun positif tentang urusan pemerintahan dan rakyat DKI. Pemprov DKI tidak hanya menjadikan saluran media untuk merespons opini publik, tetapi juga pimpinan Pemprov DKI itu sendiri.

Selama ini opini publik negatif terhadap kebijakan urusan pemerintahan dan rakyat DKI seperti penggusuran paksa permukiman, reklamasi, penggusuran pedagang kaki lima (PKL) cenderung tidak direspons positif oleh Pemprov DKI, terutama era Ahok. Acap kali justru merespons negatif opini publik, bahkan menentang opini publik.

Saluran media digunakan membangun opini publik untuk menjustifikasi prilaku politik dan kebijakan politik sesungguhnya tidak disukai kebanyakan rakyat.

Gubernur baru DKI harus meningkatkan respons terhadap opini publik sekalipun bertentangan dengan kepentingan, kemauan, dan kehendak Pemprov DKI.

Opini publik sangat penting diperhatikan, karena kepentingan masyarakat madani akan tercermin dibedakan opini publik tersebut.

Kebijakan publik mengharuskan gubernur baru memenuhi kepentingan masyarakat berdasarkan opini publik. Tentu saja kepentingan negara, dunia usaha dan lingkungan juga harus dipenuhi. Gubernur baru tidak boleh menghindari apalagi apriori menentang opini publik. Harus mampu dan sukses mengelola opini publik sebagai kekuatan untuk urusan pemerintahan.

Merespons opini publik membutuhkan saluran media. Namun, juga dibutuhkan kemampuan pimpinan Pemprov DKI sesuai bidang masing-masing
respons terhadap opini publik tersebut.

Intinya, gubernur baru harus menjadikan komunikasi dan informatika ini urusan penting. (***)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.