Sabtu, 16 Oktober 21

Grab: Kami Bukan Operator Layanan Transpotasi

Grab: Kami Bukan Operator Layanan Transpotasi

Jakarta, Obsessionnews – Pihak Grab mengklarifikasi segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya, berkaitan dengan jasa transpotasi online yang dianggap ilegal. Tudingan ini yang memicu Kementerian Perhubungan untuk memblokir layanan ini.

Menurut Managing Director untuk Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Grab bukan merupakan operator layanan transportasi. Mereka hanya bekerja sama dengan perusahaan penyedia transportasi yang menghubungkan antara pengemudi dan penumpang.

“Kami ingin mengklarifikasi bahwa kami bukanlah operator layanan transportasi dan kami tidak memiliki kendaraan atau armada apa pun,” katanya dalam rilis yang diterima wartawan, Selasa (15/3/2016).

(Ki-Ka) Managing Director of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata, Grab Ambassadors Gading Marten, Grab Ambassadors Giselle, Grab Ambassadors Verrel Bramasta, Country Head of Marketing GrabBike Indonesia, Kiki Rizki foto bersama pada acara Grab Taxi Memperkenalkan Brand Baru di Jakarta, Rabu (3/2). Grab yang baru mencakup seluruh layanan taksi (GrabTaxi), layanan penyewaan kendaraan pribadi (GrabCar), ojek (GrabBike), dan layanan pemesanan kurir (GrabExpress), kesemuanya menjadi dalam satu brand. (Foto: Edwin B/Obsessionnews)

“Kami bekerja sama dengan perusahaan penyedia transportasi independen dalam menghantarkan layanan GrabTaxi, GrabCar, GrabBike, dan GrabExpress kepada para pelanggan kami,” lanjutnya.

Ridzki menegaskan,perusahaan Grab merupakan perusahaan jasa transpotasi secara online yang legal di Indonesia. Mereka juga mengaku komitmen untuk mematuhi segala peraturan dari pemerintah, termasuk membayar pajak.

“Kami menghargai dan berkomitmen untuk menaati semua peraturan dan ketentuan lokal yang berlaku,” ucap Ridzki.

Bahkan pihak Grab sejak awal, kata Ridzki proaktif membangun komunikasi pemerintah dan pelaku-pelaku industri. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman, sekaligus sebagai cara sosialisasi adanya jasa transpotasi baru yang aman dan efisien di Indonesia.

Managing Director of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (kanan) didampingi Country Head of Marketing GrabBike Indonesia, Kiki Rizki (kiri) menunjukkan logo baru Grab Taxi menjadi logo Grab di Jakarta, Rabu (3/2). Grab yang baru mencakup seluruh layanan taksi (GrabTaxi), layanan penyewaan kendaraan pribadi (GrabCar), ojek (GrabBike), dan layanan pemesanan kurir (GrabExpress), kesemuanya menjadi dalam satu brand. (Foto: Edwin B/Obsessionnews)

“Kami telah meningkatkan standar transportasi di kota-kota di mana kami beroperasi, seperti Jakarta, Bandung, Padang, Surabaya, dan Bali. Seluruh mitra pengemudi yang tergabung dalam jaringan kami telah melalui proses seleksi dan pelatihan yang ketat, di mana semua telah memiliki izin mengemudi, dan kami juga menyediakan asuransi bagi penumpang dan pengemudi. Sebagai bagian dari inisiatif untuk meningkatkan standar transportasi ini, kami juga telah menginvestasikan dana sekitar Rp 50 miliar untuk Program Elite Driver,” ungkapnya.

Untuk informasi, layanan GrabCar hanya mengizinkan mobil-mobil di bawah umur 5 tahun. Kebijakan ini melebihi ketentuan dari Perda No.5 Tahun 2014 yang menetapkan batasan maksimal umur kendaraan yang beroperasi di Jakarta, 10 tahun untuk bis dan 7 tahun untuk taksi.

“Teknologi kami memungkinkan para pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik, dengan lebih efisien. Kehadiran Grab juga telah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan telah meningkatkan kehidupan para mitra pengemudinya dan masyarakat lokal,” tutup Ridzki. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.