Kamis, 13 Agustus 20

GPII Dukung ‘Full Day School’ Mendikbud

GPII Dukung ‘Full Day School’ Mendikbud

Jakarta, Obsessionnews.com – Wacana yang dilontarkan oleh mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini menjabat Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Prof DR Muhadjir Efendi tentang ‘full day school’ menuai pro kontra.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PP GPII) Karman BM mengatakan, gagasan yang dilontarkan oleh Mendikbud ini perlu dipikirkan dan didiskusikan lebih matang melihat realitas kekinian dan kondisi sekolah di berbagai daerah hingga ke pelosok.

“Tidak bisa digeneralisir, disamaratakan konsep pendidikan dengan kaca mata Jakarta atau kota-kota besar lainya, tiap daerah memiliki ciri khas sendiri,” tegas Karman di Jakarta, Jumat (12/8/2016).

Menurut tokoh muda asal Lombok ini, rencana full day school (sekolah sehari penuh) cocok untuk kota-kota besar karena bisa mengurangi efek negatif pergaulan anak muda dan generasi dunia maya. Konsepnya tidak mululu belajar tapi dikombinasikan dengan ekstra kurikuler dan kegiatan positif lainnya.

“Jepang dan Korea Selatan yang menerapkan model full day school ini terbukti sukses menghasilkan SDM yang handal,” tandasnya.

Menurut Karman, untuk daerah pedesaan atau plosok karena situasi tertentu dan faktor kedaerahan lainnya bisa gunakan konsep seperti sekarang dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

“Kami dukung gagasan Mendikbud ini karena setiap kebijakan yang di buat pasti ada manfaatnya, tinggal bagaimana meminimalisir dampak negatif dengan konsep yang lebih komprehensif!” seru Ketua Umum GPII.

“Kami ingin bukti revolusi mental yang menjadi jargon pemerintah Jokowi,” tambahnya.

Karman menuturkan, full day school itu sudah diterapkan lama di Indonesia. “Bukan barang baru. Kota banyak kenal boarding school, ada juga pesantren,” jelasnya.

Diketahui, ide full day school pertama kali dilontarkan oleh Mendikbud dalam sebuah acara di Jawa Timur. Setelah menjadi polemik nasional, Kemendikbud meluruskan bahwa ini baru sekedar wacana dan belum menjadi kebijakan resmi pemerintah. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.