Jumat, 9 Desember 22

Golkar Targetkan Raih 20% Suara di Pemilu 2019

Golkar Targetkan Raih 20% Suara di Pemilu 2019
* Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (kedua dari kiri)

Jakarta, Obsessionnews – Enam kali pemilu di era Orde Baru (Orba) Golkar selalu tampil sebagai juara dengan meraih di atas 60% suara. Pada Pemilu 1971 di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) Ali Murtopo partai berlambang pohon beringin  ini memperoleh 62,80% suara atau 236 kursi DPR dari 360 kursi yang diperebutkan.

Pada Pemilu 1977 di bawah kepemimpinan Amir Murtono perolehan suara Golkar turun menjadi 62,11%. Pada pemilu ini kursi DPR  yang diperolehnya pun menurun menjadi 232 kursi dari 360 kursi yang diperebutkan. Golkar kehilangan 4 kursi.

Pada Pemilu 1982 Golkar yang  dikomandoi Amir Murtono mendapat 64,34% suara atau 242 kursi DPR dari total 360 kursi.

Perolehan suara Golkar kembali melonjak pada Pemilu 1987 saat dipimpin Sudharmono, yakni 73,11% atau 299 kursi DPR dari total 400 kursi.

Namun, pada Pemilu 1992 di bawah kepemimpinan Wahono perolehan suara Golkar merosot menjadi 68,10% atau 282 kursi DPR dari total 400 kursi.

Lima tahun kemudian, yakni pada Pemilu 1997 Golkar di bawah  kepemimpinan Harmoko memperoleh suara yang fantastis: 74,51%. Dalam pemilu terakhir di era Orba ini Golkar mendapat 325 kursi DPR dari total 400 kursi.

Jika di era Orba Golkar mampu meraih suara di atas 60%, tidak demikian halnya dengan di era reformasi.  Pada Pemilu 1999 di bawah kepemimpinan Akbar Tandjung perolehan suara Golkar terjun bebas menjadi 22,46% atau memperoleh 120 kursi DPR dari total 500 kursi.  Golkar menempati peringkat kedua setelah PDI-P.

Pada Pemilu 2004 Golkar yang dipimpin Akbar Tandjung menyabet gelar juara dengan perolehan 21,58% suara atau 128 kursi DPR dari total 550 kursi.

Namun pada Pemilu 2009 Golkar di bawah kepemimpinan jusuf Kalla  tak dapat mempertahankan gelar juaranya. Perolehan suaranya turun menjadi 14,45% atau 106 kursi DPR dari total 560 kursi.  Golkar harus puas duduk di urutan kedua setelah Partai Demokrat.

Saat dipimpin Aburizal Bakrie Golkar kembali bertahan di posisi kedua setelah PDI-P pada Pemilu 2014. Meski perolehan suaranya naik menjadi 14,75%, perolehan kursi DPR merosot menjadi 91 kursi dari total 560 kursi.

Golkar melakukan suksesi kepemimpinan di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali Nusa Dua Covention Center, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, 14-17 Mei 2016. Setya Novanto  terpilih menjadi ketum, menggantikan Aburizal.  Para kader berharap Novanto membawa Golkar meraih kejayaan.

Politisi Golkar Yorrys Raweyai menargetkan partainya meraih 20% suara pada Pemilu 2019. “Saya optimis target itu tercapai,” kata Yorrys  kepada wartawan di Nusa Dua. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Golkar Kendaraan Jokowi di Pilpres 2019?

Golkar Ditantang Juara Pilkada, Pileg dan Pilpres

Didukung Golkar Pemerintahan Jokowi Semakin Solid

Ormas Tommy Soeharto Kecewa Akom Tidak Bertarung Sampai Akhir

Jadi Ketum Golkar, Novanto Tinggalkan Jabatan Ketua Fraksi

Akom Lempar Handuk, Novanto Ketum Golkar

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.